INFOACEH.netINFOACEH.netINFOACEH.net
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Dunia
  • Umum
  • Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Gaya Hidup
Cari Berita
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Font ResizerAa
Font ResizerAa
INFOACEH.netINFOACEH.net
Cari Berita
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Luar Negeri
  • Umum
  • Biografi Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Kesehatan & Gaya Hidup
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Aceh

Aceh Siaga, Perempuan dan Anak di Bawah Ancaman Kekerasan Seksual

Last updated: Senin, 12 Oktober 2020 01:04 WIB
By Redaksi - Wartawati Infoaceh.net
Share
Lama Bacaan 3 Menit
Aktivis Perempuan Aceh, Cut Asmaul Husna
SHARE

Banda Aceh — Maraknya kasus-kasus kekerasan dan pemerkosaan yang terjadi terhadap perempuan dan anak-anak di Provinsi Aceh akhir-akhir ini mengundang kesedihan dan keprihatinan mendalam di kalangan masyarakat dalam provinsi itu.

Salah satu keprihatinan, disuarakan oleh Aktivis Perempuan Aceh, Cut Asmaul Husna, Ahad (11/10).

Banjir susulan kembali memutus akses alternatif menuju Kampung Gemboyah, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah. (Foto: Ist)
Banjir Susulan Kembali Putus Akses 4 Kampung di Aceh Tengah

Menurutnya, Aceh sebagai provinsi yang menerapkan hukum syariat Islam saat dalam kondisi siaga kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak.

- ADVERTISEMENT -

“Siaga…! perempuan dan anak Aceh di bawah ancaman kekerasan seksual, miris dan sedih. Kita perempuan dan aktivis para peduli sosial bisa apa?,” tulis Cut Asmaul Husna di laman Facebook miliknya.

Disebutkannya, kejadian pemerkosaan perempuan dan pembunuhan terhadap anak di bawah umut yang terjadi di Kabupaten Aceh Timur hanya satu kasus diantara banyak kasus lainnya.

- ADVERTISEMENT -
Jumlah korban jiwa akibat banjir bandang dan longsor di Aceh Utara bertambah menjadi 229 orang. (Foto: Ist)
13 Jenazah Ditemukan di Tumpukan Kayu, Korban Jiwa Banjir Aceh Utara Jadi 229 Orang

“Kejadian ini bikin jantung copot, dunia terasa kelam, hanya satu kasus diantara banyak kasus lainnya.

Kita mengutuk pelaku lewat media sosial, tapi pelaku mungkin tak pernah baca tulisan kita, kita berdoa kepada Allah dan berharap negara akan memberikan hukuman dan berlaku adil terhadap korban, tapi itu juga tidak cukup membuat pelaku lainnya jera,” sebutnya.

Cut Asmaul Husna menambahkan, masyarakat Aceh selama ini sudah berusaha untuk menjaga keluarganya, tapi semuanya tidak pernah tahu kapan ancaman itu datang.

Mobilisasi ekonomi masyarakat di sejumlah desa terisolir di Kabupaten Aceh Tengah saat ini hanya bergantung pada sling manual swadaya masyarakat menggunakan kabel listrik PLN dan sangat tidak aman serta berbahaya untuk menyeberangi sungai berarus deras dan berbatu. (Foto: Ist)
40 Hari Pascabanjir di Aceh Tengah, 30 Desa Masih Terisolir 

Hanya doa kepada Allah untuk terus mendapatkan perlindungan dan pemeliharaan-Nya, namun apakah ini cukup?

- ADVERTISEMENT -

“Tentu tidak, kekerasan terhadap anak dan perempuan anak Aceh memang terus meningkat,” sebutnya.

Disebutkannya, masyarakat sampai kebingungan, apa yang terjadi di Aceh saat ini seperti gelombang tsunami kekerasan seksual yang dahsyat dan berharap ada yang harus dilakukan untuk Aceh ini dalam rangka memberikan konstribusi guna meminimalisir angka kekerasan seksual ini terhadap perempuan dan anak-anak dengan adanya dukungan dan bekerja sama dengan para pihak.

“Ketika hukum cambuk juga belum menjadi efek jera, ketika Aceh sudah melakukan pemberlakuan hukum syariat Islam.

Apalagi jalan harus dilakukan jika pelaku masih banyak berkeliaran dan bahkan siap mencari mangsa setiap saat, mari kita pikirkan dan ambil tindakan,” terangnya.

Ia sangar berharap kepada pihak penguasa, dalam hal ini Pemerintah harus ada langkah-langkah strategis untuk menangani persoalan ini, tidak hanya berupa pernyataan lisan dan tulisan, tapi tindakan nyatam

Kiranya Pageu Gampong harus dilakukan sebagai salah satu solusi, memperkuat hukum adat dan sosial selain hukum sesuai syariat Islam dan KUHP yang berlaku di Aceh untuk mengatasi persoalan kriminalitas di gampong.

Terhadap kasus kekerasan seksual dan perkosaan perempuan dan pembunuhan anak yang terjadi di Birem Bayeun Kabupaten Aceh Timur, menurut Cut Asmaul Husna, tidak ada hukuman yang layak selain hukuman mati bagi pelaku karena pelaku merupakan mantan residivis yang telah berulangkali melakukan kejahatan dan pembunuhan serupa selama ini. (IA)

Previous Article Bansos Beras Tahap III Disalurkan Untuk 4.298 KPM PKH di Banda Aceh
Next Article Sam, seorang residivis pelaku pemerkosaan terhadap ibu rumah tangga serta pembunuhan anak di bawah umur di Desa Alue Gadeng, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur, ditangkap oleh aparat keamanan, Minggu (11/10) Kasus Pembunuhan dan Pemerkosaan di Aceh Timur, Korban Perlu Pendampingan Psikososial

Populer

Viral Link Video Syakirah Versi Terbaru Berdurasi 16 Menit Beredar di X dan TikTok
Umum
Viral Link Video Syakirah Versi Terbaru Berdurasi 16 Menit Beredar di X dan TikTok
Rabu, 28 Mei 2025
Siapa Andini Permata Videonya Berdurasi 2 Menit 31 Detik Bareng Adiknya Viral di Medsos
Umum
Siapa Andini Permata? Sosok Fiktif di Balik Video 2 Menit 31 Detik yang Jadi Umpan Penipuan Digital
Jumat, 11 Juli 2025
Viral Link Video Andini Permata dan Bocil Bikin Heboh Warganet
Umum
Misteri Video Andini Permata dan ‘Bocil’: Viral Tanpa Identitas, Netizen Dibohongi?
Minggu, 6 Juli 2025
Umum
AKBP Chairul Ikhsan Gantikan Sujoko sebagai Kapolres Aceh Besar
Sabtu, 20 Desember 2025
Hukum
Jadi Korban Pencurian di Bener Meriah, Suami Tewas dan Istri Kritis
Selasa, 6 Januari 2026

Paling Dikomentari

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fad saat melepas pelari bercelana pendek di event olahraga FKIJK Aceh Run 2025 yang digelar di lapangan Blang Padang Banda Aceh, Ahad pagi (11/5). (Foto: Dok. Infoaceh.net)
Olahraga

Tanpa Peduli Melanggar Syariat, Wagub Fadhlullah Lepas Pelari Bercelana Pendek di FKIJK Aceh Run

Sabtu, 11 Oktober 2025
Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, M Nasir Djamil
Aceh

Komisi III DPR RI Minta Polisi Tangkap Gubsu Bobby Terkait Razia Mobil Plat Aceh

Minggu, 28 September 2025
UMKM binaan BRI sukses ekspansi pasar Internasional
Ekonomi

Negara Diam, UMKM Digasak Shopee-Tokopedia-TikTok

Jumat, 25 Juli 2025
Anggun Rena Aulia
Kesehatan & Gaya Hidup

Serba Cepat, Serba Candu: Dunia Baru Gen Z di Media Sosial

Minggu, 19 Oktober 2025
Fenomena penggunaan jasa joki akademik di kalangan dosen untuk meraih gelar profesor mulai menjadi sorotan di Aceh. (Foto: Ilustrasi)
Pendidikan

Fenomena Joki Profesor di Aceh: Ancaman Serius bagi Marwah Akademik

Jumat, 12 September 2025
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
TelegramFollow
WhatsAppFollow
ThreadsFollow
BlueskyFollow
RSS FeedFollow

Berita Lainnya

Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky memimpin Rapat Validasi Data Pembangunan Huntara bagi warga terdampak banjir di Aula Serbaguna Idi, Aceh Timur, Sabtu (3/1). (Foto: Ist)
Aceh

Jelang Ramadhan, Bupati Aceh Timur Minta Pembangunan Huntara Dipercepat

Sabtu, 3 Januari 2026
Lebih satu bulan pascabanjir bandang dan longsor melanda Aceh, warga korban bencana masih belum mampu membersihkan rumah mereka yang terkubur lumpur setinggi dua hingga empat meter. (Foto: Ist)
Aceh

Tak Mampu Bersihkan Rumah Terkubur Lumpur, Korban Banjir Aceh Minta Bantuan Pemerintah

Jumat, 2 Januari 2026
Presiden RI Prabowo Subianto meninjau progres pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak banjir di Aceh Tamiang, Kamis (1/1). (Foto: Ist)
Aceh

Prabowo Tinjau Kesiapan Huntara Pengungsi Banjir di Aceh Tamiang

Jumat, 2 Januari 2026
Sebuah ironi telanjang terkuak dalam skema pembiayaan penanganan bencana banjir bandang dan longsor di Aceh-Sumatera. (Foto: Ist)
Aceh

Ironi Anggaran Bencana Aceh-Sumatera: Rp165 Ribu per Hari untuk TNI, Pengungsi Banjir Hanya Rp10 Ribu

Jumat, 2 Januari 2026
Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau Haji Uma meninjau langsung kondisi baut Jembatan Bailey penghubung Bireuen–Takengon, tepatnya di Gampong Teupin Mane, Kecamatan Juli, Bireuen. (Foto: Ist)
Aceh

Haji Uma Cek Langsung Baut Jembatan Bailey Teupin Mane, Ini Temuan di Lapangan

Jumat, 2 Januari 2026
Malam pergantian Tahun Baru 2026 di Kota Banda Aceh berlangsung tanpa perayaan, Rabu malam (31/12). (Foto: Ist)
Aceh

Empati untuk Korban Bencana, Malam Tahun Baru 2026 di Banda Aceh Tanpa Perayaan

Kamis, 1 Januari 2026
Sekda Aceh, M. Nasir Syamaun memimpin rapat perdana penyusunan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi (R3P) pascabencana banjir bandang dan longsor Aceh di Ruang Rapat Sekda, Rabu (31/12).
Aceh

Tim Kerja R3P Mulai Susun Blueprint Rehab-Rekon Aceh Pascabencana  

Kamis, 1 Januari 2026
Pemerintah Pusat memastikan pengembalian Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Transfer ke Daerah (TKD) untuk Aceh tahun anggaran 2026 dengan nilai Rp1,6 triliun. (Foto: Ilustrasi)
Aceh

Pusat Kembalikan DAK dan TKD Aceh Rp1,6 Triliun, Pemulihan Bencana Jadi Prioritas Nasional

Kamis, 1 Januari 2026
TAMPILKAN LAINNYA
INFOACEH.netINFOACEH.net
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Right Reserved.
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Logo Info Aceh
Selamat datang di Website INFOACEH.net
Username atau Email Address
Password

Lupa password?