INFOACEH.netINFOACEH.netINFOACEH.net
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Dunia
  • Umum
  • Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Gaya Hidup
Cari Berita
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Font ResizerAa
Font ResizerAa
INFOACEH.netINFOACEH.net
Cari Berita
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Luar Negeri
  • Umum
  • Biografi Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Kesehatan & Gaya Hidup
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Aceh

Pidie Sakti Punya Potensi Besar dan Kesiapan Infrastruktur Jadi Kabupaten Baru di Aceh

Last updated: Sabtu, 21 Juni 2025 01:05 WIB
By Samsuwar
Share
Lama Bacaan 7 Menit
Ketua Presedium Pemekaran CDOB Pidie Sakti HM Nur Mahdi SH MH. (Foto: Ist)
Ketua Presedium Pemekaran CDOB Pidie Sakti HM Nur Mahdi SH MH. (Foto: Ist)
SHARE

Pidie, Infoaceh.net – Dorongan pembentukan Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Pidie Sakti terus menguat, sebagai kabupaten pemekaran dari Pidie.

Seiring perjalanan waktu dan konsolidasi yang dilakukan sejak tahun 2018 atau 7 tahun lalu, Forum CDOB Pidie Sakti menilai wilayah ini memiliki semua syarat dasar untuk menjadi sebuah kabupaten mandiri di Provinsi Aceh.

Pemerintah Aceh Siapkan 6 Program Percepatan Pemulihan Pascabanjir

Dari potensi sumber daya alam (SDA), kekuatan sosial budaya, kesiapan infrastruktur, hingga dukungan politik masyarakat akar rumput, semuanya memperlihatkan bahwa Pidie Sakti bukan hanya layak, tetapi sudah siap untuk dimekarkan.

- ADVERTISEMENT -

Dalam pertemuan yang digelar bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah atau 9 Juni lalu di gedung Pelatihan Petani Kota Bakti Kecamatan Sakti, para tokoh masyarakat, keuchik dari 13 kecamatan, imum mukim, serta berbagai elemen masyarakat kembali meneguhkan komitmen bersama untuk terus memperjuangkan Pidie Sakti menjadi kabupaten baru.

Tak hanya sebagai cita-cita administratif, tapi juga sebagai jalan mempercepat pemerataan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik.

- ADVERTISEMENT -
26 Kampung Masih Terisolir, Aceh Tengah Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana

Potensi Pertanian dan Perkebunan Jadi Tulang Punggung Ekonomi

Wilayah yang diusulkan menjadi bagian dari CDOB Pidie Sakti terdiri dari 13 kecamatan di wilayah timur dan selatan Kabupaten Pidie.

Ke-13 Kecamatan tersebut adalah Sakti (rencana ibukota), Geumpang, Glumpang Baro,
Glumpang Tiga, Keumala, Kembang Tanjong, Mane, Mutiara, Mutiara Timur, Tangse, Tiro dan Kecamatan Titeue.

Selesai Bersih-bersih Lumpur, Warga Aceh Utara Diterjang Banjir Lagi

Warga di 13 kecamatan tersebut mayoritas masyarakatnya menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan perkebunan.

- ADVERTISEMENT -

Lahan pertanian yang luas, subur, dan cocok untuk komoditas strategis seperti padi, jagung, kacang tanah, kelapa, pinang, kakao, dan sayuran menjadikan daerah ini salah satu lumbung pangan di wilayah pantai timur Aceh.

Tak hanya tanaman pangan, potensi perkebunan rakyat juga cukup besar. Produk seperti kelapa dan pinang menjadi andalan ekspor lokal yang banyak dikirim ke daerah lain bahkan ke luar negeri. Dalam beberapa kecamatan, masyarakat juga telah mulai mengembangkan pertanian organik dan hasil-hasil olahan berbasis produk lokal, seperti minyak kelapa murni, gula aren, dan keripik pisang, sebagai bentuk inovasi ekonomi desa.

Potensi Perikanan, Peternakan dan Kehutanan

Beberapa wilayah yang memiliki akses ke sungai dan rawa juga menyimpan potensi perikanan air tawar yang besar. Budidaya ikan lele, nila, dan gabus mulai tumbuh sebagai kegiatan ekonomi alternatif yang menjanjikan. Sementara sektor peternakan rakyat seperti sapi, kambing, dan itik juga tersebar luas dan menjadi penopang kebutuhan konsumsi lokal maupun antar kecamatan.

Di sisi lain, beberapa kecamatan juga memiliki hutan rakyat dan kawasan lindung yang potensial untuk dikembangkan sebagai kawasan konservasi, agroforestri, dan wisata alam berbasis masyarakat.

Sumber Daya Manusia dan Budaya Lokal yang Kuat

Dengan jumlah penduduk yang besar dan struktur masyarakat yang terorganisir baik melalui kelembagaan adat, dayah, dan forum desa, CDOB Pidie Sakti dinilai memiliki sumber daya manusia (SDM) yang memadai untuk mengelola wilayahnya secara mandiri.

SDM lokal terbukti mampu menjalankan pemerintahan gampong dengan cukup baik, mengelola dana desa secara produktif, serta aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial.

Nilai-nilai budaya Aceh yang kuat, kearifan lokal seperti musyawarah mukim, gotong royong (meuseuraya), serta peran penting ulama dan tokoh adat, menjadi modal sosial yang tak ternilai dalam pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Kesiapan Infrastruktur Dasar

Dari sisi infrastruktur, sebagian besar kecamatan di wilayah CDOB Pidie Sakti sudah memiliki fasilitas dasar yang memadai. Jalan-jalan penghubung antar desa dan kecamatan sudah terbangun, meskipun masih ada yang perlu peningkatan kualitas.

Tersedia pula fasilitas pendidikan mulai dari tingkat PAUD hingga SMA, puskesmas dan pustu, balai pengajian, kantor keuchik, pasar desa, serta jaringan listrik dan air bersih yang mencakup sebagian besar wilayah.

Beberapa kecamatan seperti Sakti, Titeu, Keumala, Mutiara, Tiro, Tangse, Geumpang dan Glumpang Tiga, bahkan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan pusat pemerintahan baru apabila Pidie Sakti resmi menjadi kabupaten.

Produk Unggulan dan Potensi Wisata

Pidie Sakti juga memiliki beragam produk unggulan yang memiliki daya jual, mulai dari hasil pertanian olahan, makanan tradisional, hingga kerajinan tangan berbasis budaya Aceh. Produk-produk ini menjadi peluang ekonomi baru jika ditunjang dengan pelatihan, perizinan halal, kemasan, dan pemasaran yang modern.

Sementara itu, dari sisi pariwisata, wilayah ini menyimpan potensi wisata alam, religi, dan sejarah yang belum tergarap maksimal seperti di Tangse, Keumala dan Geumpang.

Situs-situs keagamaan, masjid tua, kawasan pegunungan dan sungai berair jernih, serta tradisi masyarakat lokal yang unik, dapat menjadi daya tarik tersendiri jika dikembangkan secara partisipatif dan berkelanjutan.

Dukungan Politik dan Administratif yang Semakin Solid

Sejak berdirinya Forum CDOB Pidie Sakti pada tahun 2018, proses konsolidasi dan penguatan dokumen telah dilakukan secara intensif. Para keuchik dari 13 kecamatan yang tergabung telah menandatangani dokumen komitmen sebagai wujud dukungan administratif dan politik dari tingkat bawah.

Hal ini didasarkan pada kekuatan argumentasi, potensi nyata yang dimiliki wilayah, serta besarnya aspirasi masyarakat akar rumput.

“Pidie Sakti tidak hanya layak dari sisi potensi, tapi sudah siap dari sisi dokumen, kelembagaan, dan dukungan sosial. Yang kita perlukan saat ini adalah dorongan bersama agar tahapan-tahapan formal bisa segera kita penuhi,” ujar M Nur Mahdi sebagai Ketua Presidium pemekaran Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Pidie Sakti, Kamis malam (19/6/2025) di Banda Aceh.

Menanti Perhatian Serius Pemerintah Pusat

Meski semangat pemekaran terus menyala, perjuangan CDOB Pidie Sakti masih terkendala oleh kebijakan moratorium pemekaran yang belum dicabut oleh pemerintah pusat.

Pemerintah berdalih sebagian besar usulan DOB belum memenuhi syarat administratif dan teknis sebagaimana diatur dalam UU No. 32 Tahun 2024 dan PP No. 78 Tahun 2007.

Namun, Forum Pidie Sakti percaya bahwa wilayah mereka termasuk yang sudah memenuhi banyak persyaratan tersebut.

“Ini bukan sekadar soal administratif. Ini tentang keadilan pelayanan, efisiensi birokrasi, dan percepatan pembangunan. Jika wilayah ini terus digantung tanpa kepastian, maka ketimpangan pembangunan akan terus terjadi,” pungkasnya.

Dengan semangat kebersamaan yang kuat, masyarakat dan tokoh-tokoh di wilayah Pidie timur dan selatan berkomitmen untuk terus berjuang hingga Pidie Sakti berdiri tegak sebagai kabupaten baru di Aceh dan menjadi model keberhasilan pemekaran berbasis aspirasi rakyat.

TAGGED:CDOB Pidie Saktidaerah otonomi baruForum CDOB Pidie Saktikabupaten baru AcehKabupaten Pidiekeuchik Pidie SaktiM Nur Mahdimoratorium pemekaranotonomi daerah Acehpembangunan daerah tertinggalpemekaran administrasi Acehpemekaran kabupaten 2025pemekaran Pidiepemekaran wilayah Acehpertanian AcehPidie Sakti siap mekarSDA Pidieutama
Previous Article Pengurus DPD Beyond Profesional (Bepro) Aceh resmi dilantik di Hotel The Pade, Aceh Besar, Jum'at (20/6). (Foto: Ist) Pengurus DPD Bepro Aceh Resmi Dilantik, dari Relawan Prabowo-Gibran Jadi Wadah Anak Muda
Next Article Sunnyl Ikbal, putra Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) menjadi Ketua Umum DPW GEKRAFS Provinsi Aceh yang dikukuhkan pada Jum'at malam, 20 Juni 2025 di Anjong Mon Mata, Meuligoe Gubernur Aceh. (Foto: For Infoaceh.net) Putra Mualem, Sunnyl Ikbal Dikukuhkan Sebagai Ketua GEKRAFS Aceh

Populer

Siapa Andini Permata Videonya Berdurasi 2 Menit 31 Detik Bareng Adiknya Viral di Medsos
Umum
Siapa Andini Permata? Sosok Fiktif di Balik Video 2 Menit 31 Detik yang Jadi Umpan Penipuan Digital
Jumat, 11 Juli 2025
Viral Link Video Syakirah Versi Terbaru Berdurasi 16 Menit Beredar di X dan TikTok
Umum
Viral Link Video Syakirah Versi Terbaru Berdurasi 16 Menit Beredar di X dan TikTok
Rabu, 28 Mei 2025
Aceh
Pemerintah Aceh Siapkan 6 Program Percepatan Pemulihan Pascabanjir
Sabtu, 10 Januari 2026
Lantunan Azan adalah panggilan mulia dan banyak orang mendapatkan hidayah setelah mendengarnya. Foto/Ist
Syariah
Banyak Non Muslim Masuk Islam Setelah Dengar Suara Azan, Ini Kisah Para Mualaf
Minggu, 27 Februari 2022
Pembangunan Aula Kodam Iskandar Muda senilai Rp 17.178.513.000 dalam APBA Tahun 2022 pada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Aceh
Aceh
Pemerintah Aceh Bangun Aula Kodam IM dengan Dana Otsus
Rabu, 10 Agustus 2022

Paling Dikomentari

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fad saat melepas pelari bercelana pendek di event olahraga FKIJK Aceh Run 2025 yang digelar di lapangan Blang Padang Banda Aceh, Ahad pagi (11/5). (Foto: Dok. Infoaceh.net)
Olahraga

Tanpa Peduli Melanggar Syariat, Wagub Fadhlullah Lepas Pelari Bercelana Pendek di FKIJK Aceh Run

Sabtu, 11 Oktober 2025
Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, M Nasir Djamil
Aceh

Komisi III DPR RI Minta Polisi Tangkap Gubsu Bobby Terkait Razia Mobil Plat Aceh

Minggu, 28 September 2025
UMKM binaan BRI sukses ekspansi pasar Internasional
Ekonomi

Negara Diam, UMKM Digasak Shopee-Tokopedia-TikTok

Jumat, 25 Juli 2025
Anggun Rena Aulia
Kesehatan & Gaya Hidup

Serba Cepat, Serba Candu: Dunia Baru Gen Z di Media Sosial

Minggu, 19 Oktober 2025
Fenomena penggunaan jasa joki akademik di kalangan dosen untuk meraih gelar profesor mulai menjadi sorotan di Aceh. (Foto: Ilustrasi)
Pendidikan

Fenomena Joki Profesor di Aceh: Ancaman Serius bagi Marwah Akademik

Jumat, 12 September 2025
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
TelegramFollow
WhatsAppFollow
ThreadsFollow
BlueskyFollow
RSS FeedFollow

Berita Lainnya

Aceh

Terkendala Lahan, Korban Banjir di Aceh Sulit Direlokasi 

Jumat, 9 Januari 2026
Pekerja sedang melaksanakan pembangunan hunian sementara bagi korban banjir bandang di Aceh. (Foto: Ist)
Aceh

Pembangunan Huntara Diminta Sediakan Fasilitas Ibadah dan Sarana Bermain Anak

Jumat, 9 Januari 2026
Banjir bandang kembali menerjang Bener Meriah. disertai material kayu gelondongan terjadi di kawasan aliran Sungai Wih Gile, Kampung Fajar Harapan, Kecamatan Timang Gajah, Kamis (8/1). (Foto: Ist)
Aceh

Banjir Bandang Kembali Terjang Bener Meriah, Kayu Gelondongan Ikut Terbawa Arus

Kamis, 8 Januari 2026
Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem kembali menetapkan perpanjangan ketiga status tanggap darurat bencana Aceh selama 14 hari terhitung sejak 9 Januari hingga 22 Januari 2026. (Foto: Ist)
Aceh

Ketiga Kalinya, Status Tanggap Darurat Bencana Aceh Kembali Diperpanjang hingga 22 Januari

Kamis, 8 Januari 2026
Kejari Banda Aceh menerima pelimpahan 6 tersangka dan barang bukti (tahap II) kasus dugaan korupsi pengadaan tempat cuci tangan dan sanitasi pada SMA, SMK serta SLB se-Aceh, Kamis (8/1). (Foto: Ist)
Hukum

6 Tersangka Korupsi Sanitasi Sekolah Diserahkan ke JPU, Satu Anggota Dewan Belum Ditahan

Kamis, 8 Januari 2026
Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem kembali menetapkan perpanjangan ketiga status tanggap darurat bencana Aceh selama 14 hari terhitung sejak 9 Januari hingga 22 Januari 2026. (Foto: Ist)
Aceh

Sejumlah Kecamatan di Aceh Timur dan Aceh Utara Kembali Terendam Banjir

Kamis, 8 Januari 2026
Umum

KSAD Jenderal Maruli Resmikan Jembatan Bailey Umah Besi Jalan Takengon-Bireuen   

Kamis, 8 Januari 2026
Aceh

Pemerintah Aceh Usulkan Rp146 Miliar ke BNPB untuk Bersihkan Wilayah Bencana

Kamis, 8 Januari 2026
TAMPILKAN LAINNYA
INFOACEH.netINFOACEH.net
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Right Reserved.
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Logo Info Aceh
Selamat datang di Website INFOACEH.net
Username atau Email Address
Password

Lupa password?