Aceh

Wali Kota Minta PDAM Berikan Diskon 50 Persen

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman

* Untuk Warga Kurang Mampu

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Banda Aceh — Ada kabar baik bagi warga Kota Banda Aceh khususnya para pelanggan PDAM Tirta Daroy di tengah masa pandemic Coronavirus Disease (Covid-19). Perusahaan milik Pemko Banda Aceh ini akan memberikan diskon tagihan sebesar 50 persen selama tiga bulan.

Instruksi tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman kepada Dirut PDAM Tirta Daroy, T Novizal Aiyub, Jumat (3/4), di pendopo wali kota. “Tadi saya sudah minta Dirut PDAM untuk memberi keringanan kepada masyarakat kurang mampu,” kata Aminullah.

Wali Kota terus mengkaji kebijakan apa saja yang bisa diberikan untuk meringankan beban warga selama masa pandemic Covid-19 berlangsung. “Salah satunya dengan diskon tagihan air bersih ini, mengingat meningkatnya kebutuhan air warga selama gerakan berada di rumah,” katanya lagi.

Baca Juga:  Integrasi RSUDZA-RSJ Aceh, Jalan Syarief Thayeb Ditutup dan Dialihkan ke Jalan Seulanga
IMG-20200403-WA0017
Pelanggan membayar tagihan rekening air di loket PDAM Tirta Daroy Banda Aceh

Dirut PDAM Tirta Daroy, T Novizal Aiyub mengatakan pihaknya siap memberikan keringanan kepada pelanggan selama tiga bulan yakni April, Mei dan Juni 2020. “Diskon 50 persen dari tagihan bagi pelanggan rumah tangga golongan 1 atau R1. Jumlahnya ada 5.000-an pelanggan,” katanya.

Diskon tersebut, kata Novizal Aiyub, merupakan bentuk kepedulian PDAM Tirta Daroy bagi pelanggan setianya terutama golongan R1 atau masyarakat kurang mampu.

“Untuk ke depan akan kita lihat perkembangannya (kemungkinan untuk memperpanjang atau memperluas cakupan diskon). Semoga cepat berlalu pandemic ini dari kota kita,” harapnya.

Baca Juga:  Kafilah MTQ Aceh Pulang, Pemerintah Aceh Belum Putuskan Bonus

Sementara terkait meningkatnya pemakaian air bersih oleh warga selama masa pandemic Corona, ia mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai hal seperti pemeliharaan jaringan hingga memastikan kecukupan stok bahan pemurni air yang dipasok dari Medan, Sumatera Utara.

Tantangan PDAM sekarang adalah kapasitas produksi yang tetap sementara demand terus meningkat.

“Dipengaruhi juga oleh tingkat kekeruhan air baku dari Sungai Krueng Aceh. Jadi ada waktunya kami terpaksa menggilir distribusi air, namun kami komit memberikan yang terbaik bagi warga kota,” pungkasnya. [*]

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait