Jadi Klaster Penularan Covid-19, RSUTP Abdya Ditutup Sementara

Senin, 3 Agustus 2020 (2 hari lalu)
IMG-20200803-WA0002

Bupati Abdya, Akmal Ibrahim

Blangpidie — Klaster terbaru penularan Coronavirus Disease (Covid-19) terbentuk di Rumah Sakit Umum Daerah Teungku Peukan (RSUTP) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dengan ditemukannya 15 orang tenaga kesehatan yang bertugas di rumah sakit tersebut, positif terinfeksi Covid-19.

Karenanya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Abdya mengambil kebijakan untuk menutup sementara RSUTP setempat selama 14 hari kerja mulai 3 hingga 16 Agustus 2020.

Penutupan sementara RSUTP tersebut juga sehubungan dengan meningkatnya kasus Covid-19, penyebaran dan membentuk klaster baru pada 8 dari 9 kecamatan dalam Kabupaten Abdya dengan jumlah warga positif terinfeksi Covid-19 sebanyak 22 orang per 2 Agustus 2020.

Terjadi peningkatan kasus positif secara signifikan pada minggu ketiga dan minggu keempat bulan Juli 2020 di Abdya.

“Atas pertimbangan yang sangat teknis, untuk jangka waktu 14 hari ke depan RSUTP harus saya tutup sebagian,” kata Bupati Abdya, Akmal Ibrahim, Minggu (2/8).

Surat Pemberitahuan penutupan sementara RSUTP Abdya



Keputusan penutupan sementara RSUTP itu dilakukan berdasarkan surat pemberitahuan Nomor 050/842/2020, yang ditandatangani Bupati Abdya Akmal Ibrahim yang ditujukan kepada Kepala Dinas Kesehatan Abdya.

Namun, untuk Instalasi Gawat Darurat (IGD), apotek, ruang Haemodalisa, Unit Transfusi Darah (UTD), dan Ruang Isolasi Khusus (RIK) Covid-19 tetap buka seperti biasa.

Kepada Dinas Kesehatan Aceh Barat Daya diminta agar menyampaikan ke seluruh Puskesmas agar melakukan perawatan secara intensif masing-masing Puskesmas Rawat Inap, dan tidak merujuk pasien ke RSU Teungku Peukan Kabupaten Aceh Barat Daya sampai adanya surat pemberitahuan selanjutnya.

Bagi yang pasien memerlukan obat khusus seperti TB-MDR, obat jantung, obat diabetes mellitus, obat epilepsi, dan lain-lain tetap akan dilayani pada Rabu setiap minggunya.

Sementara pasien bersifat darurat (emergency) memerlukan rujukan, maka akan dirujuk ke rumah sakit terdekat. Rujukan tersebut harus melalui Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Teungku Peukan Kabupaten Aceh Barat Daya.

Bupati Akmal juga mengingatkan masyarakat Kabupaten Abdya agar tetap semangat, jangan panik dan takut. Namun, harus selalu disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. (IA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Enable Notifications.    Ok No thanks