Sembuh Dari Covid-19, Abu Mudi: Jangan Curigai Dokter dan Sepelekan Corona

Minggu, 2 Agustus 2020 (3 hari lalu)
Video testimoni Abu Mudi setelah dinyatakan sembuh dari Covid-19

Video testimoni Abu Mudi setelah dinyatakan sembuh dari Covid-19

Banda Aceh — Ulama Kharismatik Aceh, Tgk H Hasanoel Bashry HG (71) yang akrab disapa Abu Mudi menegaskan bahwa wabah Covid-19 adalah nyata adanya dan jangan kita sepelekan.

Selain itu, Abu Mudi juga meminta masyarakat Aceh jangan mencurigai dokter-dokter di rumah sakit karena hanya akan mengganggu kinerja pemerintah dalam membendung wabah covid-19.

Pernyataan itu disampaikan Abu Mudi dalam testimoninya pasca menjalani masa perawatan di ruang Respiratory Intensive Care Unit (RICU) RSUDZA Banda Aceh atas wabah Covid-19 yang dideritanya sampai ia dinyatakan sembuh oleh tim medis Covid-19 yang menanganinya.

Setelah dinyatakan sembuh, Abu Mudi yang juga Mudir LPI MUDI MESRA Samalanga, Bireuen ini membuat pernyataan testimoni pasca perawatan dalam bentuk video yang diunggah akun Youtube MUDI TV.

Dalam keterangannya, Abu Mudi mengaku sudah diizinkan pulang dari ruangan isolasi RICU RSUDZA dan ia akan melanjutkan masa isolasi mandiri hingga dua pekan ke depan, dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Alhamdulillah, saya pasien ke-151 Covid-19, atas izin dari Allah SWT dan doa yang tulus yang tidak henti-hentinya dari semua masyarakat, saya sudah sembuh dan dibolehkan pulang dari ruangan isolasi RICU RSUDZA Banda Aceh dan melanjutkan masa isolasi mandiri hingga 2 minggu ke depan dengan protokol kesehatan yang ketat,” kata Abu Mudi dalam video testimoni tersebut, Sabtu (1/8).

Abu Mudi mengucapkan, wabah virus corona (Covid-19) tersebut benar adanya. Apa yang ia alami sejak hari pertama bukan sebuah rekayasa.

“Wabah Covid-19 ini nyata adanya. Apa yang saya alami sejak hari pertama bukan sebuah rekayasa, gejala lemah pusing dan penurunan nafsu makan adalah salah satu gejala yang mengarah ke Covid-19,” terangnya.

Ia juga sudah mengikuti anjuran dokter ahli dalam perawatan. “Saya telah mengikuti anjuran dokter, dan ini sebuah wujud ikhtiar terbaik yang harus kita jalani saat kita dinyatakan positif covid-19 oleh dokter ahli”.

“Bukan menghindari, mencari-cari kesalahan ataupun mencari pembenaran, hal demikian akan mengganggu kinerja dokter dan pemerintah dalam menekan angka penularan virus Corona ini,” ujarnya.

Seperti diketahui, ulama kharismatik Aceh Tgk H. Hasanoel Bashry HG (71) yang akrab disapa Abu Mudi kini sudah diizinkan pulang oleh tim medis Covid-19 RSUDZA Banda Aceh, pada Jum’at (31/7).

Abu Mudi telah menjalani penanganan medis lebih dari satu pekan di RSUDZA. Pimpinan Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga ini dirawat sejak 22 Juli 2020 dan mendapat pelayanan medis terbaik dari RSUDZA.

Direktur RSUDZA, Dr dr Azharuddin, Sp.OT K-Spine FICS mengatakan kondisi Abu Mudi yang dirawat ruang RICU RSUDZA sudah lebih baik, hasil pemeriksaan radiologi dan laboratorium juga bagus.

“Beliau sudah dibolehkan pulang, Abu akan menjalani isolasi mandiri di rumah selama 2 minggu lagi,” ujar Azharuddin, Sabtu (1/8).

Azharuddin juga menjelaskan bahwa sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dari Kemenkes RI, tentang perawatan pasien Covid-19 revisi yang kelima menyebutkan, minimal satu kali negatif, dan kondisi pasien membaik, maka pasien tersebut diperbolehkan pulang dan dilanjutkan isolasi mandiri di rumah selama lebih kurang 2 minggu.

Sebelumnya Abu Mudi positif terinfeksi Covid-19. Hasil ini muncul setelah pemeriksaan sampel swab dengan mengunakan Test Cepat Melukuler (TCM) di RSUDZA. Alat ini, menurut Azharuddin jauh berbeda dengan Real Time Polymerase Chain Reaction (PCR).

TCM merupakan alat tes cepat yang paling maju saat ini, dan tingkat keakuratannya sampai 100 persen. Hasilnyadapat diketahui lebih cepat, hanya perlu waktu 15 menit. (IA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Enable Notifications.    Ok No thanks