Ekonomi

Aminullah Tidak Pernah Intervensi Haizir

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman

* Semua Jajaran Bank Aceh Dekat dengan Aminullah

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh H Aminullah Usman, SE.Ak MM mengatakan dirinya tidak pernah mengintervensi Direktur Utama PT Bank Aceh Syariah (BAS), Haizir Sulaiman.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Hal itu dikatakannya menanggapi isu polemik yang terjadi saat ini di internal BAS dengan para pemegang saham.

Aminullah selaku pemegang saham, menyebutkan, seluruh nasabah dan keluarga besar Bank Aceh Syariah tidak memiliki hubungan istimewa. “Tetap seperti dulu, sejak masa gubernur-gubernur sebelumnya kita akrab sebagai keluarga,” kata Aminullah, Selasa (9/6) di pendopo walivkota.

Begitu pula dengan Haizir Sulaiman, selaku insani perbankan, keduanya profesional dalam berkerja dan tetap akrab satu sama lain.

Nama Aminullah sudah sangat tak asing di kalangan jajaran Bank Aceh Syariah. Sosok yang kerab disapa ‘Bang Carlos’ ini punya peran penting dalam sejarah perjalanan Bank Aceh, dimana pada masanya memimpin selama 10 tahun, Aminullah berhasil membawa bank ini beranjak dari keterpurukan yang kala itu beraset Rp 600 miliar sehingga menjadi Rp 13 triliun.

Baca Juga:  Perkuat Kemitraan dengan Pelanggan Industri, GM PLN UID Aceh Sambangi PT Solusi Bangun Andalas

Termasuk Haizir, serta para pejabat di Bank Aceh Syariah saat ini merupakan para jajaran di masa Aminullah menjabat.

Di mata Aminullah, seorang Haizir merupakan sosok yang tepat memimpin BAS saat ini. Katanya, kemampuannya mengelola bank tak diragukan. “Punya integritas sangat baik dan konsisten, serta senior di Bank Aceh Syariah,” terangnya.

Terkait penggantian Haizir Sulaiman dari tampuk kekuasaan tertinggi di BAS saat ini, Aminullah menilai hal tersebut merupakan fitnah yang sengaja dilayangkan pada mantan anggotanya. Pasalnya, mengganti seorang pejabat kelas satu ini hanya bisa dilakukan jika posisinya sangat krusial.

Baca Juga:  Pedagang Tolak Jalan Teungku Chik Pante Kulu Ditutup untuk Dijadikan Tempat Kuliner

“Dirut bisa diganti karena tidak berprestasi dan ada berbuat kesalahan fatal di bank, atau tidak lulus fit and proper test. Jadi isu yang beredar saat ini hanya fitnah dan hanya alasan yang tidak populer,” kata mantan Dirut Bank BPD Aceh periode 2000 – 2010 ini.

Aminullah pun mengharapkan jika ada kekurangan pada pimpinan BAS saat ini, hal itu bisa dirujuk dengan baik.

“Kalau ada yang kurang kita bina yang bersangkutan, karena bukan mudah mencari pimpinan bank yang amanah,” pungkas Aminullah. (IA)

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait