INFOACEH.netINFOACEH.netINFOACEH.net
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Dunia
  • Umum
  • Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Gaya Hidup
Cari Berita
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Font ResizerAa
Font ResizerAa
INFOACEH.netINFOACEH.net
Cari Berita
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Luar Negeri
  • Umum
  • Biografi Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Kesehatan & Gaya Hidup
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Ekonomi

OJK: Bank Aceh Sudah Sangat Extraordinary dan Butuh Sosok Luar Biasa

Last updated: Jumat, 28 Oktober 2022 15:18 WIB
By Redaksi - Wartawati Infoaceh.net
Share
Lama Bacaan 5 Menit
Narasumber memaparkan materinya pada Diskusi Publik, Quo Vadis Bank Aceh Syariah di aula PWI Aceh, Kamis, 27 Oktober 2022
Narasumber memaparkan materinya pada Diskusi Publik, Quo Vadis Bank Aceh Syariah di aula PWI Aceh, Kamis, 27 Oktober 2022
SHARE

BANDA ACEH – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Aceh menilai Bank Aceh Syariah saat ini perlu sosok extraordinary atau orang luar biasa sebagai direksi maupun komisaris.

Karenanya, OJK menyarankan pilihlah orang-orang profesional yang mengerti persoalan dan tahu akan dibawa kemana Bank Aceh Syariah.

Satgas Nataru Berakhir, Pertamina Patra Niaga Sumbagut Pastikan Pasokan BBM-LPG Tetap Terjaga

“Pilihan ada pada pemegang saham. Karena kondisinya sudah sangat-sangat extraordinary maka sekarang Bank Aceh Syariah membutuhkan sosok extraordinary pula,” ujar Kepala OJK Aceh Yusri.

- ADVERTISEMENT -

Hal itu disampaikannya pada Diskusi Publik: Quo Vadis Bank Aceh Syariah? (Mencari Sosok Direksi yang Mampu Mendorong Pertumbuhan Dunia Usaha dalam Tatanan Ekonomi Global).

Diskusi yang digelar di aula PWI Aceh, Kamis (27/10/2022) itu melibatkan peserta dari kalangan pelaku usaha, aktivis LSM, dan wartawan.

- ADVERTISEMENT -
Pemerintah Aceh Bantah Kepala BPKD Lhokseumawe: Gaji ASN Tersendat Bukan Karena Evaluasi APBK 

Narasumber diskusi dari Pemerintah Aceh diwakili Kepala Biro Perekonomian Amirullah, Kepala OJK Aceh Yusri, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh Achris Sarwani, Ketua DPRA diwakili Sekretaris Komisi III Azhar Abdurrahman, Akademisi Unimal Teuku Kemal Fasya, Ketua Kadin Aceh Muhammad Iqbal dan Kabag Humas Bank Aceh Syariah Ziad Farhad.

Kepala OJK Aceh Yusri menjelaskan, Bank Aceh Syariah merupakan pemain dominan di Aceh selain Bank Syariah Indonesia (BSI). Kedua Bank Umum Syariah ini, menurut Yusri nyaris menguasai seluruh market share perbankan di Aceh.

Bedanya, kata Yusri, Bank Aceh Syariah adalah milik pemerintah daerah sehingga tak heran jika ekspektasi masyarakat lebih dominan pada bank ini.

Bitcoin, Etherium, dan aset kripto lainnya.
Pengawasan Pajak Kripto Dimulai: Pemerintah Terbitkan PMK 108/2025 untuk Transparansi Aset Digital

“Bank Aceh Syariah diharap dapat menjadi tumpuan pertumbuhan ekonomi Aceh dengan lebih ekspansif menjalankan pembiayaan produktif. Faktanya, itu belum sepenuhnya dilakukan oleh Bank Aceh Syariah,” ungkap Kepala OJK Aceh Yusri.

- ADVERTISEMENT -

Kepala Perwakilan BI Provinsi Aceh, Achris Sarwani menyampaikan, untuk pimpinan Bank Aceh harus ada keseimbangan dari pemegang saham, sehingga Bank Aceh diharapkan dapat berkembang lagi.

Pada kesempatan, Kabiro Ekonomi Setda Aceh, Amirullah menyampaikan mengenai calon Dirut di Bank Aceh tidak dibatasi dari Aceh atau luar Aceh. Yang penting orangnya profesional, dan kompetensi. “Tidak dibatasi harus orang Aceh,” jelasnya.

Pengusaha yang tergabung dalam wadah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh akan mengawal proses seleksi calon Dirut Bank Aceh Syariah termasuk memastikan proses penjaringan dibuka seluas-luasnya.

“OJK sudah jelas, tak ada hambatan untuk dibuka (proses penjaringan) seluas-luasnya. OJK dan kita semua sepakat bahwa Bank Aceh Syariah saat ini butuh sosok-sosok extraordinary, sosok-sosok luar biasa untuk kebaikan Bank Aceh ke depan,” terang Ketua Kadin Aceh Muhammad Iqbal.

Ketua Kadin Aceh Muhammad Iqbal mengatakan, Bank Aceh adalah miliknya rakyat Aceh sehingga apapun yang terjadi di bank ini harus diketahui oleh masyarakat.

“Diskusi kita hari ini karena ada persoalan di Bank Aceh dan persoalan itu harus kita ungkapkan ke publik,” tandas Iqbal.

Iqbal kembali menegaskan pentingnya Bank Aceh Syariah mengubah paradigma dalam menjalankan bisnisnya. Agar terjadi perubahan secara signifikan, Bank Aceh harus dikelola oleh orang-orang profesional yang bebas dari berbagai kepentingan yang menyimpang dengan prinsip-prinsip perbankan.

“Terkait proses seleksi calon direksi (khususnya Dirut Bank Aceh), kami minta Pemerintah Aceh selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP) membuka kesempatan seluas-luasnya bagi siapa saja untuk mengabdi di Aceh, untuk membangun Bank Aceh menjadi lebih baik. Jangan ditutup-tutupi, karena inilah momentum bagi Bank Aceh untuk melakukan perubahan mendasar,” ujar Muhammad Iqbal dibenarkan rekannya di Kadin Aceh, Muhammad Mada.

“Kita berkumpul hari ini bukan untuk saling memojokkan. Kita berdiskusi untuk kebaikan ekonomi Aceh termasuk menyuarakan agar Bank Aceh ke depan dikelola oleh orang-orang yang mendukung dunia usaha, bukan sekadar mengelola PNS,” kata Muhammad Mada.

Mengenai calon direksi, diingatkan oleh pria yang akrab disapa Cek Mada ini harus dibuka luar dalam, tidak perlu mempertahankan yang di dalam kalau hanya menjadikan bank ini tidak mampu mendongkrak perekonomian Aceh.

“Kami akan terus mengawal proses seleksi untuk penentuan calon direksi Bank Aceh yang selanjutnya akan diusulkan ke OJK. Kami berharap berbagai tuntutan yang disuarakan pada diskusi di PWI Aceh menjadi perhatian PSP,” tegas Cek Mada.

Ketua PWI Aceh Nasir Nurdin melaporkan, diskusi publik tersebut merupakan lanjutan diskusi terbatas yang dilaksanakan Kadin Aceh dengan PWI beberapa hari sebelumnya.

“Kami sepakat memperluas diskusi dengan melibatkan narasumber dari pemerintah Aceh, DPRA, OJK, BI, akademisi, dan perwakilan Bank Aceh. Semangat kita adalah agar Bank Aceh Syariah semakin baik ke depan,” kata Nasir Nurdin. (IA)

Previous Article Wakil Dekan MIPA Universitas Syiah Kuala Dr Rer Nat Ilham Maulana SSi Seringkali Manusia Lupa Diri Ketika Allah Beri Sedikit Kelebihan
Next Article Pembukaan Kejurnas Wilayah 1 Aceh Open Taekwondo Piala Pangdam IM di Gedung Bale Meuseuraya Aceh Kota Banda Aceh, Jum'at (28/10) 471 Taekwondo Atlet dari 5 Provinsi Ikuti Kejurnas Wilayah 1 Aceh Piala Pangdam IM

Populer

Aceh
Dua Warga Aceh Terindikasi Corona, Bandara SIM Tak Periksa Suhu Tubuh Penumpang
Kamis, 2 April 2020
Aceh
KKP Banda Aceh Periksa Suhu Tubuh Penumpang di Pelabuhan Ulee Lheu
Kamis, 2 April 2020
Aceh
Genjot investasi, Wali Kota Undang Pengusaha dan BKPM-RI
Kamis, 2 April 2020
Aceh
Kewaspadaan Bersama Antisipasi Penyebaran Covid-19
Kamis, 2 April 2020
Aceh
Delapan Rumah Terbakar di Kutacane
Sabtu, 11 April 2020

Paling Dikomentari

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fad saat melepas pelari bercelana pendek di event olahraga FKIJK Aceh Run 2025 yang digelar di lapangan Blang Padang Banda Aceh, Ahad pagi (11/5). (Foto: Dok. Infoaceh.net)
Olahraga

Tanpa Peduli Melanggar Syariat, Wagub Fadhlullah Lepas Pelari Bercelana Pendek di FKIJK Aceh Run

Sabtu, 11 Oktober 2025
Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, M Nasir Djamil
Aceh

Komisi III DPR RI Minta Polisi Tangkap Gubsu Bobby Terkait Razia Mobil Plat Aceh

Minggu, 28 September 2025
UMKM binaan BRI sukses ekspansi pasar Internasional
Ekonomi

Negara Diam, UMKM Digasak Shopee-Tokopedia-TikTok

Jumat, 25 Juli 2025
Anggun Rena Aulia
Kesehatan & Gaya Hidup

Serba Cepat, Serba Candu: Dunia Baru Gen Z di Media Sosial

Minggu, 19 Oktober 2025
Fenomena penggunaan jasa joki akademik di kalangan dosen untuk meraih gelar profesor mulai menjadi sorotan di Aceh. (Foto: Ilustrasi)
Pendidikan

Fenomena Joki Profesor di Aceh: Ancaman Serius bagi Marwah Akademik

Jumat, 12 September 2025
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
TelegramFollow
WhatsAppFollow
ThreadsFollow
BlueskyFollow
RSS FeedFollow

Berita Lainnya

Petugas menghitung uang dolar Amerika Serikat di salah satu gerai penukaran valuta asing, seiring melemahnya nilai tukar rupiah yang tertekan penguatan dolar dan meningkatnya ketidakpastian global.
Ekonomi

Rupiah Terperosok ke Rp16.860, Level Terlemah Sejak April 2025

Rabu, 14 Januari 2026
Pemerintah memastikan tujuh stimulus ekonomi strategis berlanjut pada 2026 sebagai langkah menjaga daya beli masyarakat, menopang UMKM, serta memperluas lapangan kerja di tengah tekanan ekonomi global.
Ekonomi

Tak Mau Ekonomi Goyang, Pemerintah Kunci 7 Stimulus Besar hingga 2026

Rabu, 14 Januari 2026
Kondisi kawasan Danau Laut Tawar, Takengon, Aceh Tengah yang rusak akibat banjir bandang dan longsor pada akhir November 2025. (Foto: Ist)
Ekonomi

198 Destinasi Wisata Aceh Rusak Berat Akibat Banjir-Longsor

Rabu, 14 Januari 2026
General Manager Solusi Bangun Andalas, R. Adi Santosa beserta karyawan membersihkan Dayah Kruet, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya dalam aksi bakti sosial yang diinisiasi Serikat Pekera Semen Andalas (SPSA). (Foto: Ist)
Ekonomi

Bantu Pemulihan, Solusi Bangun Andalas Kerahkan Alat Berat Bersihkan Area Terdampak Banjir

Rabu, 14 Januari 2026
Ekonomi

Dunia Usaha Diajak Dukung Pemulihan Ekonomi Aceh Pascabencana

Senin, 12 Januari 2026
Kantor Wali Kota Langsa. (Foto: Ist)
Ekonomi

Pemerintah Aceh Tolak Evaluasi APBK Langsa 2026, Anggaran Dinilai Tak Sesuai Aturan

Senin, 12 Januari 2026
Ekonomi

PLN Aceh Peringati Bulan K3 Nasional 2026, Prioritaskan Keselamatan Kerja

Senin, 12 Januari 2026
Ekonomi

Tak Bisa Andalkan APBA, Pemerintah Aceh Minta Dukungan Semua Pihak Pulihkan Ekonomi Pascabencana

Senin, 12 Januari 2026
TAMPILKAN LAINNYA
INFOACEH.netINFOACEH.net
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Right Reserved.
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Logo Info Aceh
Selamat datang di Website INFOACEH.net
Username atau Email Address
Password

Lupa password?