Hukum

Hakim Mogok Kerja, Ombudsman Sidak PN Banda Aceh dan PN Jantho

INFOACEH.NET, BANDA ACEH – Memasuki hari kedua cuti massal atau mogok kerja hakim, Ombudsman RI Perwakilan Aceh melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh dan PN Jantho, Selasa (8/10/2024).

Kunjungan sidak tersebut bertujuan melihat secara langsung penyelenggaraan pelayanan publik di kedua PN tersebut, terutama pasca agenda Gerakan Solidaritas Hakim Indonesia.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Berdasarkan amatan hasil inspeksi, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh Dian Rubianty menyampaikan untuk layanan PTSP di PN Banda Aceh tetap berlangsung seperti biasa.

“Sampai pukul 16.30 WIB tadi, petugas di PTSP masih bekerja,” ujar Dian.

Bersama Kepala Keasistenan Pencegahan dan Kepala Keasistenan Pemeriksaan, Dian bertemu dengan Ketua PN Banda Aceh, Teuku Syarafi didampingi Humas PN Banda Aceh Jamaluddin. “Kami tidak ada mogok, tidak ada cuti,” ungkap Syarafi.

Baca Juga:  Banding Jaksa Ditolak, PT Banda Aceh Kuatkan Vonis Korupsi Mantan Kepala PPI Ujung Serangga Abdya

Di PN Banda Aceh beberapa sidang tetap berlangsung. Namun beberapa persidangan perkara perdata ditunda. Dari 19 hakim yang bertugas di PN Banda Aceh, tidak ada yang mengajukan cuti bersama.

Satu hakim mengajukan cuti sakit. Keterangan ini diperoleh dari Ketua PN Banda Aceh.

Sementara Wakil Ketua PN Jantho, Saptika Handhini menyatakan dari enam hakim yang bertugas di PN Jantho, satu hakim mengajukan cuti sakit.

Sementara Ketua PN Jantho saat ini sedang tidak berada di tempat, karena mengikuti Diklat.

Selanjutnya, Saptika juga menyampaikan tidak ada jadwal persidangan di PN Jantho sejak tanggal 7 sampai 11 Oktober 2024.

Belasan jadwal persidangan telah diatur menyesuaikan dengan agenda Gerakan Solidaritas Hakim Indonesia. Pengaturan ini telah disampaikan kepada para pihak di persidangan sebelumnya. “Ini bentuk solidaritas kami,” ujar Saptika.

Baca Juga:  Dua Pelaku Curanmor di Banda Aceh Ditangkap, Motor Disembunyikan di Belakang Taman Budaya

Selanjutnya Saptika juga menambahkan, upaya dan bentuk perjuangan ini dilakukan tanpa mengabaikan pelayanan.

Layanan PTSP di PN Jantho tetap berlangsung sebagaimana biasa.

Sebelum meninggalkan PN Jantho, Dian meminta penundaan jadwal sidang yang dikondisikan untuk Gerakan Solidaritas Hakim, tidak mengganggu layanan pada masyarakat.

Selain itu, Dian juga berharap aksi solidaritas ini batas waktunya jelas dan tidak berlarut. Mengingat dampaknya pada pelayanan publik dapat menimbulkan kerugian immateriil pada pihak yang berperkara.

“Jika masyarakat mengalami penundaan layanan persidangan yang tidak patut, sila laporkan ke Ombudsman,” pungkas Dian.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait