INFOACEH.netINFOACEH.netINFOACEH.net
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Dunia
  • Umum
  • Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Gaya Hidup
Cari Berita
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Font ResizerAa
Font ResizerAa
INFOACEH.netINFOACEH.net
Cari Berita
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Luar Negeri
  • Umum
  • Biografi Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Kesehatan & Gaya Hidup
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Opini

Dunia Merindukan Muhammad (SAW)

Last updated: Sabtu, 31 Oktober 2020 17:36 WIB
By Redaksi - Wartawati Infoaceh.net
Share
Lama Bacaan 7 Menit
SHARE

Oleh: Shamsi Ali* 

Hari-hari ini umat Islam di berbagai belahan dunia diingatkan oleh salah satu peristiwa penting dunia. Sebuah peristiwa yang membawa goncangan dan perubahan dahsyat secara global. Itulah kelahiran manusia terbaik (khaerul anaam), sekaligus penutup (khaatam) dan penghulu (sayyid) para nabi dan rasul.

Pilrek USK: Menjaga Marwah Akademik di Tengah Perbedaan

Muhammad SAW terlahir di bulan Rabi’ul Awwal. Bulan yang tentunya mengingatkan akan kehadiran sosok pembaharu (reformer) dan agen perubahan ke arah yang lebih baik (al-muslih). Tapi yang terpenting beliau hadir sebagai penyampai (mubaligh) risalah khatimah (the final message) Allah ke seluruh manusia sekaligus tauladan (uswah) bagi semua manusia.

- ADVERTISEMENT -

Tentu menuliskan mengenai Muhammad SAW serasa melempar segenggam garam ke lautan samudera. Selain sedemikian banyak yang telah menulis tentang beliau, dan dalam segala aspek hidupnya, baik dari kalangan “believer” (yang mengimaninya) maupun yang “unbeliever” (tidak mengimaninya). Juga karena menuliskan tentang beliau tidak akan pernah menemukan akhir dari keindahan cerita perjalanan hidupnya.

“Muhammad (SAW) adalah memang manusia. Tapi beliau tidak seperti manusia lainnya. Akan tetapi beliau adalah mutiara di tengah bebatuan. Kesempurnaannya mencapai puncak ketinggian. Keindahannya dirinya menyingkap gulita. Segala lini hidupnya begitu indah nan menawan”.

- ADVERTISEMENT -
Wilmar, Mafia Sawit dan Negara yang Memunggungi Rakyat

Ungkapan di atas adalah puji-pujian yang populer dan sering dibacakan oleh kalangan Muslim IPB (India Pakistan Bangladesh). Sebuah pujian yang memang menggambarkan realita kesempurnaan sosok Muhammad (SAW).

Pujian yang terpenting tentunya bukan pujian manusia. Tapi yang terpenting adalah pujian dan pemuliaan Penciptanya sendiri. Berkali-kali beliau dipuji dalam Al-Quran. Salah satunya: “Sungguh engkau (Muhammad) memiliki akhlak yang sangat agung”.

Keimanan dan kecintaan kita kepada Muhammad (SAW) menjadi bagian integral dari keimanan kita kepada Rabb itu sendiri. Bahwa “Laa ilaaha illa Allah” itu tidak akan terpisahkan dari “Muhammadur Rasululullah”. Hanya melalui (ajaran) Muhammad (SAW) kita akan mencapai keimanan yang benar dan hakiki kepada Allah (SWT).

Indonesia memasuki tahun 2026 dengan satu ironi besar: narasi dalam kondisi tampak stabil, tetapi sesungguhnya rapuh di tengah krisis kepercayaan. (Foto: Ist)
Negara “Seolah-olah”: Indonesia di Ambang Krisis Legitimasi

Suasana iman seperti di atas harus menjadi bagian dari detak jantung para Mukmin. Tetapi di momen Rabi’ul Awwal inilah kita kembali membangun komitmen dalam iman dan cinta kepada beliau. Kita “recharge” atau mengisi lagi dada kita dengan gelora iman dan cinta. Sehingga komitmen ketaatan kepadanya semakin membara.

- ADVERTISEMENT -

Dunia merindukan sosok Muhammad (SAW)

Dalam dunia yang penuh goncangan, cobaan dan fitnah saat ini, sosok Muhammad (SAW) sangat dirindukan oleh manusia untuk hadir kembali. Sebuah sosok yang tidak akan tenang dengan berbagai penyelewengan kehidupan manusia.

Kita diingatkan kembali tentang keadaan Kota Mekah sebelum lahirnya sosok Muhammad (SAW). Kejahiliyahan, kezaliman, rasisme, dikriminasi gender dan ras, dan tentunya kekerasan (peperangan) antar suku menjadi pandangan lumrah. Dan tentunya penyelewengan akidah (kesyirikan) menjadi ideologi masyarakat Amerika saat itu.

Hal di atas itulah yang menjadikan Muhammad (SAW) resah, bahkan sedih. Beliau tidak merasakan ketenangan batin dengan suasana kehidupan yang bobrok secara sosial (publik). Dan karenanya beliau kerap mengadakan “takhannuts) di atas “Gunung Cahaya” (Jabal Nur).

Keresahan batin akibat berbagai penyelewengan sosial sesungguhnya itulah yang mengantar kepada diangkatnya Muhammad (SAW) sebagai Rasul dan nabi terakhir (khaatam an-nabiyyin wal mursaliin). Dan dengan tujuan itu pula beliau melakukan perjuangan (jihad) hingga terjadi perubahan mendasar di semenanjung Arabia dalam masa kurang dari 23 tahun.

Maka di tengah ketidakpastian dunia saat ini, dimana kerap kebenaran dianggap salah dan kesalahan dianggap benar. Orang baik dianggap berbahaya dan orang jahat justru dipromosikan sebagai orang-orang baik. Di saat seperti inilah kerinduan akan kehadiran Muhammad (SAW) itu sangat terasa.

Di tengah dunia yang penuh keanehan saat ini, dimana agama justru kerap dipandang ancaman. Sebaliknya idiologi dan prilaku “anti agama” dipandang sebagai nilai positif. Di saat orang-orang yang beragama dipersekusi, sementara mereka yang anti dan kerap merendahkan agama seolah mendapat perlakuan istimewa.

Berbagai prilaku imoralitas seolah dilindungi sehingga semakin merejalela dan berani. Akibatnya ancaman kepada integritas (akhlak) kehidupan manusia semakin terancam. Agama dan moralitas dianggap ancaman. Sebaliknya pelanggaran dan dosa-dosa dianggap modernitas dan kemajuan.

Di dunia Barat juga, seperti yang terjadi di Prancis saat ini, nilai-nilai kebaikan universal (kebebasan misalnya) digunakan seenak udel manusia. Pelecehan kepada nilai-nilai keagamaan, Kitab Suci dan mereka yang dihormati dan dimuliakan (para rasul dan nabi) menjadi biasa atas nama kebebasan.

Saya khawatirnya Macron dan konconya ketika isteri dan anaknya yang dicintai dilecehkan hanya akan menyikapinya secara biasa. Akankah dia sekedar sikapi sebagai sekedar ekspresi kebebasan?

Atau ketika Prancis yang dia cintai dengan semangat nasionalisme itu dihinakan atau direndahkan. Akankah dia anggap hal itu sebagai sekedar ekspresi kebebasan?

Di tengah dunia yang merasa berperadaban (civilized) dan maju dalam pemikiran intelektualitas, manusia semakin menampakkan kebodohannya (jahiliyah) yang nyata. Prilaku paradoks semakin nyata. Bahkan kemunafikan dipertontonkan dengan tidak malu-malu lagi.

Di tengah dunia yang bobrok (jahil) dan gelap inilah Muhammad (SAW) dirindukan kehadirannya. Sosok yang kembali hadir sebagai “nur” (cahaya), “rahmah” kasih sayang), dan sekaligus “uswah” (tauladan) bagi seluruh alam.

Tentu harapan kehadiran beliau tidak mungkin lagi secara fisik. Beliau adalah “basyar” (manusia biasa) yang masa dunianya telah berakhir. Tapi nilai-nilai (values), ajaran, ketauladanan beliau hidup hingga akhir zaman.

Dan semua itu telah diamanahkan di atas pundak umatnya. Maka kerinduan akan hadirnya Muhammad (SAW) di dunia ini merupakan tantangan lansung kepada umatnya. Mampukah umat ini menjadi representasi Muhammad kepada dunia? Mampukah umat ini menghadirkan kembali cahaya, nilai-nilai (values) dan ketauladanan baginda Rasulullah (SAW)?

Dan disini pula makna peringatan Maulid. Bahwa Maulid bukan pada bentuk acaranya. Tapi lebih kepada memahami, menghayati, mengamalkan dan menyampaikan apa yang menjadi amanah kepada kita dari baginda Nabiyullah (SAW). Yaitu membawa agen-agen perubahan dunia. Menghadirkan kembali cahaya itu di tengah kegelapan yang melanda dunia saat ini.

Kita cinta Rasulullah, kita rindu Rasulullah. Semoga kita disatukan bersama Rasulullah (SAW) di dalam Syurga-Nya Allah SWT. Amin!

*Penulis Imam/Direktur Jamaica Muslim Center USA & Presiden Nusantara Foundation

Previous Article Warga Aceh Diajak Isolasi Diri Serentak 1 – 10 November
Next Article IMG-20201031-WA0001 5 Kelainan Kehidupan Pribadi Presiden Emmanuel Macron, Peristri Nenek-nenek hingga Selingkuhi Guru

Populer

Dosen Pascasarjana Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta, Ustaz Dr Nurkhalis Muchtar Lc MA.
Syariah
Pesan Isra’ Mikraj: Shalat sebagai Sumber Kedamaian
Jumat, 16 Januari 2026
Di saat korban bencana banjir bandang dan longsor Aceh membutuhkan banyak bantuan, puluhan miliar Anggaran BTT 2025 Pemerintah Aceh untuk bencana justru tidak terserap. Foto: Ist)
Aceh
Korban Bencana Butuh Banyak Bantuan, Pemerintah Aceh Malah Kembalikan Puluhan Miliar BTT ke Kas Daerah   
Jumat, 16 Januari 2026
Pendidikan
Pemulihan Pendidikan Pascabencana, Plt Kadisdik Aceh Lapor ke Gubernur Mualem
Sabtu, 17 Januari 2026
Aceh
Tersangka Pemalsuan Dokumen Lulus Seleksi Administrasi JPT Pratama Pemerintah Aceh, Pansel Disorot
Sabtu, 17 Januari 2026
Opini
Pilrek USK: Menjaga Marwah Akademik di Tengah Perbedaan
Sabtu, 17 Januari 2026

Paling Dikomentari

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fad saat melepas pelari bercelana pendek di event olahraga FKIJK Aceh Run 2025 yang digelar di lapangan Blang Padang Banda Aceh, Ahad pagi (11/5). (Foto: Dok. Infoaceh.net)
Olahraga

Tanpa Peduli Melanggar Syariat, Wagub Fadhlullah Lepas Pelari Bercelana Pendek di FKIJK Aceh Run

Sabtu, 11 Oktober 2025
Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, M Nasir Djamil
Aceh

Komisi III DPR RI Minta Polisi Tangkap Gubsu Bobby Terkait Razia Mobil Plat Aceh

Minggu, 28 September 2025
UMKM binaan BRI sukses ekspansi pasar Internasional
Ekonomi

Negara Diam, UMKM Digasak Shopee-Tokopedia-TikTok

Jumat, 25 Juli 2025
Anggun Rena Aulia
Kesehatan & Gaya Hidup

Serba Cepat, Serba Candu: Dunia Baru Gen Z di Media Sosial

Minggu, 19 Oktober 2025
Fenomena penggunaan jasa joki akademik di kalangan dosen untuk meraih gelar profesor mulai menjadi sorotan di Aceh. (Foto: Ilustrasi)
Pendidikan

Fenomena Joki Profesor di Aceh: Ancaman Serius bagi Marwah Akademik

Jumat, 12 September 2025
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
TelegramFollow
WhatsAppFollow
ThreadsFollow
BlueskyFollow
RSS FeedFollow

Berita Lainnya

Suasana Bundaran Simpang Lima Banda Aceh pada malam hari. (Foto: Ist)
Opini

Wajah Aceh di Simpang Lima: Cermin Akhlak Kota Serambi Mekkah

Rabu, 14 Januari 2026
Opini

Uang Bencana Aceh Mengendap, Empati Hilang: Derita Korban yang Terabaikan

Rabu, 14 Januari 2026
Opini

Belajar dari Venezuela: Ketika Kekuasaan Ditinggalkan Loyalitas

Senin, 5 Januari 2026
Opini

1.794 Hektare Tambak Tenggelam, Luka yang Tersisa Pascabanjir Pidie

Senin, 5 Januari 2026
Prof Dr TM Jamil MSi
Opini

Aceh Bukan Kolam Ikan:  Menggugat Syahwat Proyek di Tengah Bencana Banjir

Senin, 5 Januari 2026
Kondisi rumah warga yang terkubur lumpur akibat banjir bandang di Gampong Blang Awe Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya. (Foto: Ist)
Opini

Di Balik Luka dan Tangisan Rakyat Aceh Akibat Kelalaian Negara

Sabtu, 3 Januari 2026
Ketika hukum pidana buruk berada di tangan aparat korup, birokrasi inkompeten dan kekuasaan cenderung otoriter, maka negara sedang menapaki jalur darurat hukum. (Foto: Ist)
Opini

Indonesia dalam Kondisi Darurat Hukum

Sabtu, 3 Januari 2026
Opini

Deforestasi Sawit dan Bencana Aceh yang Diciptakan 

Rabu, 31 Desember 2025
TAMPILKAN LAINNYA
INFOACEH.netINFOACEH.net
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Right Reserved.
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Logo Info Aceh
Selamat datang di Website INFOACEH.net
Username atau Email Address
Password

Lupa password?