INFOACEH.netINFOACEH.netINFOACEH.net
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Dunia
  • Umum
  • Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Gaya Hidup
Cari Berita
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Font ResizerAa
Font ResizerAa
INFOACEH.netINFOACEH.net
Cari Berita
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Luar Negeri
  • Umum
  • Biografi Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Kesehatan & Gaya Hidup
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Opini

Pergeseran Budaya Aceh Karena Game Judi Online

Last updated: Minggu, 1 November 2020 10:06 WIB
By Redaksi - Wartawati Infoaceh.net
Share
Lama Bacaan 2 Menit
SHARE
WhatsApp Image 2020-10-25 at 23.21.46Oleh: Ustadz Mujtahid Anwar, Lc MA*

Dulu di Aceh, anak kecil sangat jarang yang kedapatan duduk di warung kopi. Kalaupun ada yang ke warkop biasanya karena diajak oleh orang tuanya.

Ada istilah ‘Peusama Puk, aneuk mirt bek jak peusama puk ngon ureung tuha (Anak kecil jangan menyamakan diri dengan orang tua). Jadi anak-anakpun kalau ke warkop tidak akan berlama-lama apalagi membuat kelompok di sana.

Wilmar, Mafia Sawit dan Negara yang Memunggungi Rakyat

Namun, sekarang? Coba masuk ke desa-desa, hampir semua warkop menyediakan WIFI untuk menarik pelanggan dari kalangan muda dan anak-anak.

- ADVERTISEMENT -

Jajan yang diberikan ketika sekolah disisihkan untuk nge-game nanti saat pulang sekolah. Tidak ada lagi istilah bobok siang di kalangan mayoritas anak-anak Aceh sekarang.

Dulu di Aceh, anak-anak sangat menghormati orang tua. Kalaupun mengeluarkan kata-kata jorok di mulutnya, hanya dalam lingkaran permainan kelompoknya saja.

- ADVERTISEMENT -
Indonesia memasuki tahun 2026 dengan satu ironi besar: narasi dalam kondisi tampak stabil, tetapi sesungguhnya rapuh di tengah krisis kepercayaan. (Foto: Ist)
Negara “Seolah-olah”: Indonesia di Ambang Krisis Legitimasi

Jangan coba-coba untuk mengucapkan kata-kata jorok di hadapan orang tua. Saya pernah “Geu Peucapli” atau dicabein mulut karena kedapatan mengucap kata jorok sama nenek saya. Bit jeut keu ubat.

Sekarang, silahkan ke warkop yang menyediakan WIFI dan dipenuhi anak muda nge-game, seluruh nama hewan di kebun binatang direkap dalam tutur sapa mereka sambil nge-game judi online.

Kata-kata jorok yang diucapkan seakan tanpa beban walau di sampingnya yang duduk ada orang yang lebih tua darinya.

Suasana Bundaran Simpang Lima Banda Aceh pada malam hari. (Foto: Ist)
Wajah Aceh di Simpang Lima: Cermin Akhlak Kota Serambi Mekkah

Nampaknya, kita sudah menjadi masyarakat terbuka, Open Society. Dalam artian kita bebas berekspresi apa saja dan tidak perlu peduli lagi kepada perbuatan orang lain.

- ADVERTISEMENT -

Mudah-mudahan kehadiran Majelis Adat Aceh (MAA) memberi dampak positif kepada kalangan muda generasi penerus bangsa Aceh.

Hal-hal tabu yang menjadi ciri khas orang Aceh dulu harus diperkenalkan kembali. Menjadi masyarakat yang maju bukan berarti menghilangkan identitas sebagai masyarakat Aceh yang bermartabat.

Kita harus optimis dengan generasi muda Aceh, jangan membangun narasi-narasi negatif. Kita ingatkan dan perkenalakan identitas Aceh.
Waffaqanallah.

*Ketua Divisi Dakwah dan Penguatan Umat Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh

Previous Article Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah Nova: Terapkan Protokol Kesehatan Saat Peringatan Maulid
Next Article Pensiun dari UFC, 5 Fakta Khabib Nurmagomedov Taat terhadap Islam

Populer

Dosen Pascasarjana Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta, Ustaz Dr Nurkhalis Muchtar Lc MA.
Syariah
Pesan Isra’ Mikraj: Shalat sebagai Sumber Kedamaian
Jumat, 16 Januari 2026
Aceh
Mualem Khawatir Dukungan Nasional Berkurang Saat Transisi Pascabencana Aceh
Jumat, 16 Januari 2026
Di saat korban bencana banjir bandang dan longsor Aceh membutuhkan banyak bantuan, puluhan miliar Anggaran BTT 2025 Pemerintah Aceh untuk bencana justru tidak terserap. Foto: Ist)
Aceh
Korban Bencana Butuh Banyak Bantuan, Pemerintah Aceh Malah Kembalikan Puluhan Miliar BTT ke Kas Daerah   
Jumat, 16 Januari 2026
Aceh
Dana Bencana Disorot, Pemerintah Aceh Tegaskan Tak Ada yang Disembunyikan
Jumat, 16 Januari 2026
Opini
Wilmar, Mafia Sawit dan Negara yang Memunggungi Rakyat
Jumat, 16 Januari 2026

Paling Dikomentari

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fad saat melepas pelari bercelana pendek di event olahraga FKIJK Aceh Run 2025 yang digelar di lapangan Blang Padang Banda Aceh, Ahad pagi (11/5). (Foto: Dok. Infoaceh.net)
Olahraga

Tanpa Peduli Melanggar Syariat, Wagub Fadhlullah Lepas Pelari Bercelana Pendek di FKIJK Aceh Run

Sabtu, 11 Oktober 2025
Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, M Nasir Djamil
Aceh

Komisi III DPR RI Minta Polisi Tangkap Gubsu Bobby Terkait Razia Mobil Plat Aceh

Minggu, 28 September 2025
UMKM binaan BRI sukses ekspansi pasar Internasional
Ekonomi

Negara Diam, UMKM Digasak Shopee-Tokopedia-TikTok

Jumat, 25 Juli 2025
Anggun Rena Aulia
Kesehatan & Gaya Hidup

Serba Cepat, Serba Candu: Dunia Baru Gen Z di Media Sosial

Minggu, 19 Oktober 2025
Fenomena penggunaan jasa joki akademik di kalangan dosen untuk meraih gelar profesor mulai menjadi sorotan di Aceh. (Foto: Ilustrasi)
Pendidikan

Fenomena Joki Profesor di Aceh: Ancaman Serius bagi Marwah Akademik

Jumat, 12 September 2025
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
TelegramFollow
WhatsAppFollow
ThreadsFollow
BlueskyFollow
RSS FeedFollow

Berita Lainnya

Opini

Uang Bencana Aceh Mengendap, Empati Hilang: Derita Korban yang Terabaikan

Rabu, 14 Januari 2026
Opini

Belajar dari Venezuela: Ketika Kekuasaan Ditinggalkan Loyalitas

Senin, 5 Januari 2026
Opini

1.794 Hektare Tambak Tenggelam, Luka yang Tersisa Pascabanjir Pidie

Senin, 5 Januari 2026
Prof Dr TM Jamil MSi
Opini

Aceh Bukan Kolam Ikan:  Menggugat Syahwat Proyek di Tengah Bencana Banjir

Senin, 5 Januari 2026
Kondisi rumah warga yang terkubur lumpur akibat banjir bandang di Gampong Blang Awe Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya. (Foto: Ist)
Opini

Di Balik Luka dan Tangisan Rakyat Aceh Akibat Kelalaian Negara

Sabtu, 3 Januari 2026
Ketika hukum pidana buruk berada di tangan aparat korup, birokrasi inkompeten dan kekuasaan cenderung otoriter, maka negara sedang menapaki jalur darurat hukum. (Foto: Ist)
Opini

Indonesia dalam Kondisi Darurat Hukum

Sabtu, 3 Januari 2026
Opini

Deforestasi Sawit dan Bencana Aceh yang Diciptakan 

Rabu, 31 Desember 2025
Opini

Aceh dan Luka yang Tak Pernah Benar-benar Sembuh dalam Republik Indonesia

Senin, 29 Desember 2025
TAMPILKAN LAINNYA
INFOACEH.netINFOACEH.net
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Right Reserved.
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Logo Info Aceh
Selamat datang di Website INFOACEH.net
Username atau Email Address
Password

Lupa password?