INFOACEH.netINFOACEH.netINFOACEH.net
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Dunia
  • Umum
  • Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Gaya Hidup
Cari Berita
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Font ResizerAa
Font ResizerAa
INFOACEH.netINFOACEH.net
Cari Berita
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Luar Negeri
  • Umum
  • Biografi Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Kesehatan & Gaya Hidup
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Pendidikan

Tenaga Pendidik Lemah Memperlambat Kemajuan Pendidikan Aceh

Last updated: Sabtu, 3 April 2021 10:03 WIB
By Redaksi - Wartawati Infoaceh.net
Share
Lama Bacaan 6 Menit
Silaturrahmi dan Dialog Interaktif Wakil Ketua DPRA Safaruddin dengan Cabang Dinas Pendidikan Aceh Cabang Aceh Barat Daya (Abdya) dan para kepala sekolah menengah atas (SMA) dan kejuruan (SMK) se-Abdya, Kamis (1/4)
SHARE

Blangpidie – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Safaruddin menilai lemahnya pendidikan di Aceh dikarenakan lemahnya tenaga pendidik. Hal itu menurutnya berpengaruh dengan kemajuan pendidikan di Aceh.

“Kelemahan kita dalam wajah pendidikan itu dinilai kenapa tidak mampu mendorong pendidikan untuk cepat (membaik) itu faktor dari tenaga pengajarnya (pendidik). Tenaga pengajar menjadi tolak ukur dari maju tidaknya generasi yang dipersiapkan,” kata Safaruddin dalam kegiatan Silaturrahmi dan Dialog Interaktif dengan Cabang Dinas Pendidikan Aceh Cabang Aceh Barat Daya (Abdya) dan para kepala sekolah menengah atas (SMA) dan kejuruan (SMK) se-Abdya, Kamis (1/4), dalam rangka Reses I Tahun 2021 yang dilakukan di Daerah Pemilihannya di Dapil IX yang meliputi Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Singkil dan Subulussalam.

Universitas Syiah Kuala memberi pembekalan kepada 719 mahasiswa peserta KKN Tematik Kebencanaan Siklon Tropis Senyar Tahun 2026. (Foto: Ist)
719 Mahasiswa KKN Tematik USK Diterjunkan ke Wilayah Terdampak Bencana Aceh

Dia mencontohkan, kepala sekolah meski memiliki manajemen yang baik, namun jika tidak didukung dengan tenaga pengajar yang sesuai dengan bidang dan keahliannya, maka hal tersebut akan memperlambat laju dari pengembangan pedidikan di Aceh

- ADVERTISEMENT -

“Kebutuhan guru matematika misalnya, dalam satu sekolah kebutuhannya tiga tapi hanya punya dua, jadi guru itu harus berbagi waktu, yang akhirnya tidak akan fokus. Begitu juga bidang studi lainnya. Jadi tenaga pengajar faktor keterlembatan kita dalam memajukan dunia pendidikan,” ujarnya.

Persoalan itu, kata Safaruddin, harus dievaluasi segera oleh Dinas Pendidikan Aceh bersama para kepala sekolah, dengan harapan agar persoalan pendidikan di Aceh dapat tertangani dengan baik.

- ADVERTISEMENT -
Mendikdasmen Abdul Mu'ti memimpin upacara bendera hari pertama masuk sekolah tahun 2026 di SMA Negeri 4 Kejuruan Muda, Aceh Tamiang, Senin (5/1).
Pimpin Upacara, Mendikdasmen Bangkitkan Semangat Pendidikan Pascabanjir di Aceh Tamiang

“Pergantian kepala dinas itu juga menjadi kendala. Kalau dunia pendidikan orientasinya sudah ada pragmatisme politik, maka tunggulah kehancuran dunia pendidikan itu. Jadi terlalu banyak mutasi kepala dinas, kabid, atau kepala sekolah itu tidak baik. Jadi ini juga menjadi bagian evaluasi dalam kemajuan dunia pendidikan di Aceh,” ungkap politisi kelahiran Abdya ini.

Selain itu, Safaruddin juga menambahkan, manajemen di sekolah dalam hal memberikan kemajuan bagi peserta didik untuk bisa mendapatkan prestasi, harus didukung dengan infrastruktur fasilitas-fasilitas penunjuang pendidikan, seperti laboratorium maupun infrastruktur penunjuang pendidikan lainnya.

“Saat ini, yang dikejar hanya pembangunan infrastruktur fisik. Saya khawatir, kalau kepala sekolah hanya mengejar fisik maka akan terjadi commitment fee. Kalau kepala sekolah seperti ini, maka sama saja seperti kontraktor,” tegasnya.

Kakanwil Kemenag Aceh Azhari memantau tempat pembelajaran sementara MIN 5 Pidie Jaya, di Masjid Babussalam Seunong, Kecamatan Meureudu, Senin (5/1). (Foto: Ist)
Sekolah Hanyut Diterjang Banjir, PBM Perdana MIN 5 Pidie Jaya Direlokasi ke Masjid

Untuk itu, Safaruddin berharap, para pemangku kepentingan khususnya kepala sekolah menengah atas yang merupakan kewenangan provinsi, melakukan perubahan tata kelola pemerintahan untuk pendidikan, untuk mengubah wajah pendidikan di Aceh.

- ADVERTISEMENT -

“Boleh apa saja kita masukkah program atau alokasikan APBA ke sekolah-sekolah, tapi dengan catatan itu hanya untuk mempercepat kemajuan dunia pendidikan di tingkat SMA,” ujarnya.

Safaruddin menegaskan, dirinya konsen dalam hal dunia pendidikan, dikarenakan jabatan yang diamanahkannya saat ini sebagai Wakil ketua DPRA III adalah membidangi pendidikan.

“Untuk itu, saya akan fokus untuk mengawasi persoalan-persoalan pendidikan Aceh. Saya juga berharap, para kepala sekolah memberikan gambaran ke saya mana sekolah-sekolah yang membutuhkan tenaga pengajarnya, sehingga nanti bisa dilakukan advokasi untuk penambahan tenaga pengajar ke sana,” ungkap Safaruddin.

Sementara Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Abdya, Syarbaini, dalam pertemuan itu mengatakan sangat banyak sekolah-sekolah menengah atas di Abdya yang membutuhkan dukungan Pemerintah Aceh dalam hal membenahi infrastruktur sekolah yang kurang memadai.

Selain itu, Syarbaini mengatakan banyak sekolah-sekolah menengah kejuruan (SMK) di Abdya yang tidak memiliki alat praktek.

“Untuk itu, kami berharap Pak Safaruddin yang merupakan satu-satunya wakil dari Abdya di DPRA, dapat menyuarakan persoalan-persoalan kekurangan infrastruktur dan penunjang fasilitas pendidikan di Abdya untuk dibahas di tingkat provinsi,” harapnya.

Selain Kepala Cabang, dalam pertemuan itu para kepala sekolah menengah atas dan kejuruan se-Abdya yang hadir dalam pertemuan itu juga menyampaikan berbagai keluhan terkait kekurangan infrastuktur sekolah, penunjang fasilitas pendidikan, serta kekurangan tenaga pengajar. Selain itu, beberapa kepala sekolah juga menyampaikan adanya pemotongan anggaran-anggaran insentif sekolah, sehingga diharapkan DPRA dan Dinas Pendidikan Aceh dapat mengupayakan adanya Bantuan Operasioal Sekolah Daerah (BOSDA) untuk anggaran penunjang berbagai kebutuhan di sekolah.

Salah satu persoalan pendidikan di Abdya juga disampaikan Kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) Abdya, Murniati. Dia mengaku, SLB Abdya yang di dalamnya terdapat sekolah dasar (SD), menengah pertama (SMP), hingga menengah atas (SMA), dimana SLB yang dipimpinnya sangat mengalami kendala dalam memberikan pendidikan untuk anak-anak berkebutuhan khusus, dikarenakan kurangnya sarana dan prasarana sekolah yang kurang mendapatkan perhatian pemerintah.

Menanggapi hal itu, Safaruddin mengatakan persoalan kekurangan tenaga pengajar, khususnya untuk SLB, bukan hanya terjadi di Abdya melainkan seluruh Aceh. Dia sepakat untuk membahas hak tersebut nantinya di tingkat provinsi agar Pemerintah Aceh dapat segera mencari jalan keluar dari persoalan tersebut.

“Persoalan ini, akan saya tampung semuanya dan sampaikan ke Komisi VI DPRA yang membidangi pendidikan, untuk diadvokasi dengan Dinas Pendidikan Aceh, untuk dicari jalan keluarnya. Saya juga berharap bantuan Kepala Cabang Disdik Abdya untuk memetakan berbagai persoalan pendidikan di sini, untuk kami bahas dan perjuangkan nantinya di Parlemen Aceh,” pungkas politisi Partai Gerindra Aceh ini. (IA)

Previous Article Pembelajaran Era Digital, Guru di Aceh Wajib Kuasai TIK
Next Article Densus 88 Tangkap Warga Banda Aceh Penjual Senjata ke Wanita Penyerang Mabes Polri

Populer

Korem 012/Teuku Umar menggelar acara tradisi penyambutan Danrem 012/TU yang baru, Kolonel Inf Benny Rahadian, beserta istri, di Makorem 012/TU, Desa Alue Peunyareng, Meureubo, Aceh Barat, Selasa (1/10). (Foto: Penrem 012/TU)
Umum
Korem 012/TU Sambut Danrem Baru Kolonel Inf Benny Rahadian
Rabu, 2 Oktober 2024

Paling Dikomentari

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fad saat melepas pelari bercelana pendek di event olahraga FKIJK Aceh Run 2025 yang digelar di lapangan Blang Padang Banda Aceh, Ahad pagi (11/5). (Foto: Dok. Infoaceh.net)
Olahraga

Tanpa Peduli Melanggar Syariat, Wagub Fadhlullah Lepas Pelari Bercelana Pendek di FKIJK Aceh Run

Sabtu, 11 Oktober 2025
Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, M Nasir Djamil
Aceh

Komisi III DPR RI Minta Polisi Tangkap Gubsu Bobby Terkait Razia Mobil Plat Aceh

Minggu, 28 September 2025
UMKM binaan BRI sukses ekspansi pasar Internasional
Ekonomi

Negara Diam, UMKM Digasak Shopee-Tokopedia-TikTok

Jumat, 25 Juli 2025
Anggun Rena Aulia
Kesehatan & Gaya Hidup

Serba Cepat, Serba Candu: Dunia Baru Gen Z di Media Sosial

Minggu, 19 Oktober 2025
Fenomena penggunaan jasa joki akademik di kalangan dosen untuk meraih gelar profesor mulai menjadi sorotan di Aceh. (Foto: Ilustrasi)
Pendidikan

Fenomena Joki Profesor di Aceh: Ancaman Serius bagi Marwah Akademik

Jumat, 12 September 2025
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
TelegramFollow
WhatsAppFollow
ThreadsFollow
BlueskyFollow
RSS FeedFollow

Berita Lainnya

Hari pertama sekolah di sejumlah wilayah Aceh terdampak bencana banjir bandang dan longsor berlangsung dalam kondisi yang jauh dari kata normal, Senin (5/1). (Foto: Ist)
Pendidikan

Hari Pertama Sekolah di Lokasi Bencana Aceh: Tanpa Seragam dan Sepatu hingga Belajar di Tenda Darurat

Selasa, 6 Januari 2026
Pendidikan

Mendikdasmen Terbitkan Edaran Pembelajaran untuk Sekolah Terdampak Bencana

Senin, 5 Januari 2026
Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta membangun 100 unit Hunian Sementara (Huntara) bagi warga terdampak banjir di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara. (Foto: Ist)
Pendidikan

UGM Bangun 100 Huntara di Aceh Utara, Warga Dilibatkan Langsung

Senin, 5 Januari 2026
Pendidikan

Lumpur, Air Mata dan Pengabdian Terakhir Kepala SDN 1 Tualang Cut  

Minggu, 4 Januari 2026
Mendikdasmen RI, Abdul Mu’ti, dijadwalkan menjadi pembina upacara pada hari pertama masuk sekolah, Senin (5/1/2026), di Kabupaten Aceh Tamiang. (Foto: Ist)
Pendidikan

Mendikdasmen Jadi Pembina Upacara Hari Pertama Sekolah di Aceh Tamiang 

Senin, 5 Januari 2026
Satgas USK melalui Tim Ketahanan dan Keamanan Pangan terus mempersiapkan dan mendistribusikan makanan siap saji tahan lama bagi masyarakat terdampak bencana. (Foto: Ist)
Pendidikan

Inovasi Pangan Darurat Tahan Setahun: Satgas USK Produksi Nasi Siap Saji untuk Korban Bencana

Sabtu, 3 Januari 2026
Lokasi bekas bangunan MIN 5 Pidie Jaya yang hilang tersapu banjir bandang dan berubah jadi sungai di Desa Seunong Kecamatan Meurah Dua. (Foto: Ist)
Pendidikan

437 Madrasah Terdampak Bencana di Aceh Siap Gelar PBM 5 Januari, 63 Madrasah Masih Terkendala 

Sabtu, 3 Januari 2026
Rektor USK Prof Dr Ir Marwan
Pendidikan

USK Siap Kukuhkan 35 Profesor Baru di Tahun 2026

Jumat, 2 Januari 2026
TAMPILKAN LAINNYA
INFOACEH.netINFOACEH.net
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Right Reserved.
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Logo Info Aceh
Selamat datang di Website INFOACEH.net
Username atau Email Address
Password

Lupa password?