Infoacehnet

Portal Berita dan Informasi Aceh

Filosofi Ramadhan Menurut Rektor UIN Ar-Raniry, Rugi Puasa Jika Masih Bohong

Rektor UIN Ar-Raniry Prof Mujiburrahman MAg menjadi penceramah Shalat Tarawih malam ketujuh Ramadhan 1446 Hijriah di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Kamis malam (6/3)

Infoaceh.net, Banda Aceh —- Rektor UIN Ar-Raniry Prof Dr Mujiburrahman MAg menjadi penceramah Shalat Tarawih malam ketujuh Ramadhan 1446 Hijriah di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Kamis malam (6/3/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Mujiburrahman membahas tentang filosofi Ramadhan mubarak. Menurutnya, puasa di bulan Ramadhan tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga merupakan sarana pengejawantahan ketauhidan dan keimanan seorang muslim.

“Ramadhan adalah bulan di mana setiap mukmin diuji keimanan dan ketakwaannya. Ibadah puasa menjadi bukti pengukuhan keislaman seseorang,” ujar Prof Mujiburrahman.

Guru besar dalam bidang Ilmu Pemikiran Pendidikan Islam ini menjelaskan puasa hanya diwajibkan bagi orang-orang yang beriman, sebagaimana termaktub dalam Surat Al-Baqarah ayat 183.

Filosofi ini, menurutnya, menegaskan pentingnya fondasi keimanan yang kuat agar setiap mukmin dapat melaksanakan ibadah puasa dengan baik dan sempurna.

“Jangan mengaku sebagai orang yang beriman kalau tidak berpuasa pada bulan suci Ramadhan tanpa alasan yang dibenarkan,” tegasnya.

Menurutnya, didasari pada pondasi keimanan kepada Allah yang kokoh, para mukmin akan mampu melaksanakan ibadah puasa di bulan ramadhan dengan baik dan sempurna, sehingga ia mampu memetik hasilnya (pahala puasa dengan sempurna pula).

Dalam kaitan ini, para ulama sering memberi perumpamaan bahwa bulan Ra’jab merupakan bulan menanam berbagai jenis tanaman (padi, sayuran, dll), bulan sya’ban adalah bulan merawat dan menyiramnya, dan bulan Ramadhan adalah bulan memetik atau memanennya.

Prof Mujiburrahman mengingatkan agar tidak gagal panen atau ibadah puasa kita diterima dan mendapat pahala disisi Allah, maka kita harus memperhatikan tiga hal yang memiliki keterkaitan erat dalam ibadah puasa Ramadhan, yaitu akidah, syariah dan akhlak.

Ketiga aspek ini akan menetukan apakah ibadah kita akan diterima atau sebalikanya tidak diterima oleh Allah.

“Puasa bukan sekadar ritual fisik, tetapi harus disertai dengan keikhlasan niat, ilmu yang benar, dan etika sosial yang baik,” tambahnya.

Lainnya

Bill Gates Gelontorkan Rp2,6 Triliun, Indonesia Jadi Lokasi Uji Coba Vaksin TBC
Penyidik Subdit Fismondev Ditreskrimsus Polda Aceh melakukan penyitaan satu rumah milik karyawan PT BPRS Gayo di Desa Hakim Bale Bujang, Kecamatan Lut Tawar, Aceh Tengah, Jum'at, 9 Mei 2025. (Fot: Dok. Ditreskrimsus Polda Aceh)
Puluhan remaja yang sebelumnya tergabung dalam kelompok geng motor di Bener Meriah menyatakan pembubaran diri secara resmi melalui deklarasi di Polres Bener Meriah, Kamis, 8 Mei 2025
Polres Langsa menerima dua pucuk senjata api ilegal yang diserahkan warga setempat. (Foto: Dok. Polres Langsa)
Membaca Al-Quran bukan sekadar melafalkan huruf-huruf Arab tanpa makna
Trik dan tips Sulianto Indria Putra, remaja biasa yang jadi jutawan muda lewat dunia digital, awalnya cuma Rp100 ribu
Kapolda Aceh Irjen Pol Achmad Kartiko meninjau Dapur MBG di Desa Lambung, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, Jum'at, 9 Mei 2025. Foto, IST
Waspadai Penipuan, Ini 10 Tips Aman Bekerja di Luar Negeri bagi Calon Pekerja Migran Indonesia. â’¸ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto
Anggota DPR RI M Nasir Djamil
Ilustrasi perempuan berdoa sebelum makan. Ini jadwal puasa sunnah sebelum Idul Adha 2025, (Foto/Freepik).
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, Prof Stella Christie PhD di SMA Negeri 10 Fajar Harapan, Kamis (8/5)
â’¸ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Sandi Nugroho
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni USK Prof Dr Mustanir Yahya MSc
â’¸ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto
Ilustrasi sertifikat tanah
Megawatiâ’¸ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto
â’¸ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto
Heboh! Mahasiswi ITB Ditangkap karena Diduga Buat Meme Tak Senonoh Presiden Prabowo dan Jokowi.â’¸ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto
Ketua KPU: Kami Tak Punya Cukup Wewenang Verifikasi Ijazah Peserta Pemilu. â’¸ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto
Enable Notifications OK No thanks