Tiga Kunci Hidup Bahagia di Dunia dan Akhirat, Salah Satunya Jauhi Sifat Kikir
Kedua, yang membuat seorang mukmin itu bisa bahagia di dunia maupun di akhirat adalah dengan taqwa, lebih jelasnya menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan Allah baik dalam keadaan diam atau dalam keadaan ramai.
“Pengertian taqwa ini, satu paket yang harus sejalan dilakukan. Jika hanya menjalankan perintah Allah kemudian berbuat maksiat ini bukan taqwa namanya. Taqwa itu tidak boleh dicampuradukkan dengan yang tidak benar, Wala Talbisul Haqqa bil Bathil,” kata Ustadz Aufa sambil mengutip Surah Al-Baqarah ayat 24.
Ketiga, jika ingin bahagia hidup di dunia di akhirat kata Ustadz Aufa yakni dengan meyakini dan membenarkan janji-janji Allah, seperti balasan dan azab bagi hamba-Nya untuk yang taat atau yang melanggarnya.
“Kita semua melaksanakan perintah Allah akan mendapat pahala, pahala itu tidak bisa dilihat sekarang, tapi kita yakin akan janji-janji-Nya, seperti kita duduk dalam majelis ilmu, bahwasanya dikatakan, malaikat pun juga bershalawat kepada majelis ilmu ini. Kita hadir di majelis ilmu karena kita yakin dengan janji Allah dan perkataan Rasulullah,”
” Di ayat 7 Surah Al-Lail, jika kita sudah melakukan tiga hal yang telah disebutkan pada ayat sebelumnya, maka Allah akan permudahkan jalan-jalan yang engkau (hamba-Nya) tempuh baik di dunia maupun di akhirat,” tutur Ustadz Aufa mengutip surah Al-Lail ayat 7. (IA)