Syariah

Waled Nu: Bireuen Layak Kota Santri

Bireuen — Ulama kharismatik Aceh Tgk H Nuruzzahri Yahya atau yang akrab disapa Waled Nu mendukung penuh dan mengapresiasi penobatan Bireuen sebagai Kota Santri.

Menurut Waled Nu, Bireuen merupakan daerah yang menjadi pusat pembelajaran ilmu agama. Hal itu terbukti dari banyaknya jumlah dayah di kawasan tersebut.

ADVERTISMENT
Pelantikan Panglima Kodam Iskandar Muda

“Karena di sini pusat pengajian, pesantren-pesantren ada di Bireuen. Dan di Bireuen banyak pelajar dari luar negeri, jadi wajar kalau penetapan Kota Santri,” kata Waled Nu yang juga Pimpinan Dayah Ummul Ayman, Samalanga, usai upacara Hari Santri Nasional (HSN) ke-6 di Bireuen, Kamis, 22 Oktober 2020.

Baca Juga:  MTQ ke-35 Aceh Besar Digelar di Kuta Baro 24-31 Oktober 2026

Dalam kegiatan upacara Hari Santri ke-6 sejumlah ulama kharismatik Aceh seperti, Teungku H Nuruzzahri, Teungku H Daud Hasbi, Abiya Anwar Kuta Krueng, dan lainnya turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Kakanwil Kemenag Aceh Dr Iqbal Muhammad ikut bersilaturrahmi dengan para pimpinan dayah di Aceh tersebut sebelum kegiatan upacara HSN dimulai.

Baca Juga:  YWHA Kembali Gelar Madrasah Lansia, Bekali Ilmu Agama hingga Persiapan Hari Tua

Dalam upacara HSN kali ini, Kanwil Kemenag Aceh ikut menyerahkan penghargaan untuk sejumlah dayah dan Ma’had Aly di Aceh.

Iqbal berpesan, HSN harus menjadi momentum untuk memajukan pendidikan dayah di Aceh.

“Kita harapkan momentum Hari Santri di Aceh dapat memotivasi para santri di Aceh dalam meningkatkan kualitas dan memberikan kontribusi terbaik untuk pembangunan pendidikan di Aceh,” pungkas Iqbal. (IA)

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait