INFOACEH.netINFOACEH.netINFOACEH.net
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Dunia
  • Umum
  • Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Gaya Hidup
Cari Berita
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Font ResizerAa
Font ResizerAa
INFOACEH.netINFOACEH.net
Cari Berita
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Luar Negeri
  • Umum
  • Biografi Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Kesehatan & Gaya Hidup
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Umum

Rakor Pembentukan Provinsi ALA di Medan, Seperti Perjuangan Barisan Pengecut!

Last updated: Minggu, 11 Oktober 2020 22:20 WIB
By Redaksi - Wartawati Infoaceh.net
Share
Lama Bacaan 5 Menit
SHARE
Rapat koordinasi pembentukan Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA) yang digelar di Hotel Garuda Medan, Sumatera Utara, Minggu (11/10), dihadiri sejumlah bupati

Medan — Komite Pembentukan Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA) melakukan rapat koordinasi yang digelar di Hotel Garuda Medan, Sumatera Utara, Minggu (11/10).

Rakor tersebut dihadiri sejumlah tokoh penggerak pembentukan Provinsi ALA, diantaranya Dr. Rahmat Salam (KP3 ALA Pusat), Armen Desky (mantan Bupati Aceh Tenggara), Muhammad Amru (Bupati Gayo Lues), Tgk Sarkawi (Bupati Bener Meriah) dan Fidaus SKM (Wakil Bupati Aceh Tengah).

Polresta Banda Aceh Gelar Zikir dan Doa Bersama untuk Korban Banjir

Mereka membicarakan persiapan perjuangan percepatan pembentukan ALA, sebagai provinsi baru yang akan dimekarkan dari provinsi induknya, Aceh.

- ADVERTISEMENT -

Namun, pertemuan dan rakor pembentukan Provinsi ALA yang selalu digelar di provinsi tetangga itu, menuai kritikan dari aktivis dan tokoh pemuda ALA karena terkesan pengecut dan masih menggunakan pola-pola lama.

Waladan Yoga, seorang Pemuda ALA menjelaskan pola perjuangan pembentukan Provinsi ALA yang terus mengulangi kesalahan yang sama dan terkesan berada dalam barisan pengecut dalam memperjuangkan Provinsi ALA ini.

- ADVERTISEMENT -
Wali Kota Sabang Lantik 18 Keuchik, Ingatkan Dana Gampong 2026 Menurun

“Saya pribadi sangat menyayangkan pertemuan harus digelar di Medan dan polanya sudah hampir bisa saya tebak dengan mengulangi kesalahan yang sama, ini tidak baik untuk memperjuangkan sebuah provinsi ALA. Kesannya kemudian kita berada dalam barisan pengecut,” kata Waladan Yoga, Minggu (11/10).

Menurut Waladan, sebenarnya pihaknya sangat bersepakat untuk memperjuangkan Provinsi ALA ini terwujud, tapi sekali lagi jangan membangun gerakan dengan gerakan eksklusif.

Ditambahkannya, kalau begini terus cara berjuangnya, maka tidak akan dapat mengimbangi gerakan politik yang dilakukan oleh Pemerintahan Aceh, di satu sisi gerakan harus dilakukan semasif mungkin, tapi di sisi lain pola gerakan terus melakukan kesalahan yang sama.

BPMA-PWI Aceh Perkuat Kemitraan, Siap Kerja Sama Peningkatan Kapasitas Wartawan

“Maka sebaiknya, pergerakan pembentukan provinsi ini harus disusun ulang, melibatkan banyak stakeholder dan merumuskan jalannya. Sebaiknya acara acara seperti bagusnya digelar di Banda Aceh misalnya,” ungkap Waladan.

- ADVERTISEMENT -

Disampaikannya, kalau terus terusan setiap kegiatan ALA digelar di Kota Medan, nanti kesannya minta mekar dari Sumut dan kesannya sangat tidak baik sekali.

“Kita juga sayangkan konsolidasi pembentukan ALA yang digelar hari ini tidak sempurna,” jelasnya.

Meski demikian, lanjutnya, patut diapresiasi langkah langkah awal ini, dan untuk ke depan perlu evaluasi menyeluruh, seperti harus ada penyegaran KP3 ALA di beberapa Kabupaten/Kota agar pola perjuangan ini bisa berjalan selaras.

Pendapat yang sama juga disampaikan salah seorang aktivis di Takengon Aceh Tenfah, Maharadi. Ia merasa kecewa dengan sikap tokoh perjuangan Aceh Leuser Antara yang mengadakan rapat koordinasi di Medan.

Dikatakannya, rapat para tokoh perjuangan ALA di Medan, Sumatera Utara justru akan membentuk persepsi masyarakat, bahwa perjuangan ALA ini adalah perjuangan kelas elit dan eksklusif.

Maharadi mengakui sedikit pesimis tentang keberhasilan pembentukan ALA, kalau pola perjuangan masih dengan cara-cara lama dan strategi yang tidak diperbaharui untuk menutup kesalahan-kesalahan di perjuangan sebelumnya.

Seharusnya, para tokoh pergerakan ALA melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Seperti diketahui, perjuangan pemekeran provinsi ALA dari masyarakat wilayah tengah Aceh kembali bergema beberapa hari belakangan ini. Tidak saja di media, namun gerakan-gerakan kampanye di lapangan juga terus bergelora. Pemasangan spanduk-spanduk dukungan provinsi ALA kian masif dan terlihat di beberapa kabupaten.

“Kalau polanya masih pola lama, dan gaya-gaya perjuangan lama, saya kira sulit mencapai keberhasilan.

Rapat ya libatkan seluruh elemen masyarakat. Dilaksanakan di Banda Aceh, sebagai pusat administrasi provinsi Aceh. Namun ini kok malah rapatnya ke Medan, Sumatera Utara, apalagi saat ini kondisi pandemi covid-19 yang cukup mengkhawatirkan,” sebut aktivis ini.

Seharusnya, tambah Maharadi, perlu kiranya melakukan pembaharuan dalam strategi perjuangan. Harus membangun gerakan dari kalangan masyarakat. Kemudian melakukan analisa mendalam. Menyiapkan keperluan administrasi, agar kemudian perjuangan ini tidak berakhir dengan kegagalan lagi.

Maharadi menilai, para bupati dan pimpinan tokoh perjuangan pembentukan ALA yang mengadakan rapat di kota Medan, justru membentuk pemikiran di masyarakat bahwa perjuangan ALA ini hanya untuk menutupi kegagalan-kegagalan para pemimpin tersebut selama ini.

Menutupi kegagalan dalam melaksanakan pembangunan dan pelaksanaan tugasnya di kabupaten mereka masing-masing.

“Ini kan kalau kita mau jujur. Jangan-jangan para bupati itu memainkan isu ALA hanya untuk menutupi kegagalan-kegagalan mereka dalam memimpin daerahnya,” pungkas Maharadi. (IA)

Previous Article Banda Aceh Percepat Penerapan Absensi Wajah
Next Article Bertambah 123, Penderita Covid-19 Aceh 5.765 Orang, 210 Wafat

Populer

Aceh
Mualem Khawatir Dukungan Nasional Berkurang Saat Transisi Pascabencana Aceh
Jumat, 16 Januari 2026
Aceh
Dana Bencana Disorot, Pemerintah Aceh Tegaskan Tak Ada yang Disembunyikan
Jumat, 16 Januari 2026
Aceh
51 Hari Pascabencana, 24 Desa di Aceh Tengah Masih Terisolasi  
Kamis, 15 Januari 2026
Ekonomi
Pulihkan Sawah Rusak Akibat Banjir, Menteri Pertanian Mulai Rehabilitasi Lahan di Aceh Utara
Jumat, 16 Januari 2026
Ekonomi
BSI Catat Penjualan Emas 2,18 Ton Lewat BYOND, Investor Muda Mendominasi
Jumat, 16 Januari 2026

Paling Dikomentari

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fad saat melepas pelari bercelana pendek di event olahraga FKIJK Aceh Run 2025 yang digelar di lapangan Blang Padang Banda Aceh, Ahad pagi (11/5). (Foto: Dok. Infoaceh.net)
Olahraga

Tanpa Peduli Melanggar Syariat, Wagub Fadhlullah Lepas Pelari Bercelana Pendek di FKIJK Aceh Run

Sabtu, 11 Oktober 2025
Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, M Nasir Djamil
Aceh

Komisi III DPR RI Minta Polisi Tangkap Gubsu Bobby Terkait Razia Mobil Plat Aceh

Minggu, 28 September 2025
UMKM binaan BRI sukses ekspansi pasar Internasional
Ekonomi

Negara Diam, UMKM Digasak Shopee-Tokopedia-TikTok

Jumat, 25 Juli 2025
Anggun Rena Aulia
Kesehatan & Gaya Hidup

Serba Cepat, Serba Candu: Dunia Baru Gen Z di Media Sosial

Minggu, 19 Oktober 2025
Fenomena penggunaan jasa joki akademik di kalangan dosen untuk meraih gelar profesor mulai menjadi sorotan di Aceh. (Foto: Ilustrasi)
Pendidikan

Fenomena Joki Profesor di Aceh: Ancaman Serius bagi Marwah Akademik

Jumat, 12 September 2025
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
TelegramFollow
WhatsAppFollow
ThreadsFollow
BlueskyFollow
RSS FeedFollow

Berita Lainnya

Umum

PT Tiara Marga Trakindo Bantu Korban Banjir Aceh Rp2,5 Miliar

Rabu, 14 Januari 2026
Tanah amblas di Desa Pondok Balik Kecamatan Ketol, Aceh Tengah hampir menyentuh badan jalan, tersisa kurang lebih 5 meter dari badan jalan. (Foto: Ist)
Umum

Tanah Amblas Hampir Sentuh Badan Jalan, Pemkab Aceh Tengah Buka Akses Alternatif 

Rabu, 14 Januari 2026
Ratusan personel BPBD dan Damkar Bireuen menggelar unjuk rasa di halaman Gedung DPRK Bireuen, Selasa (13/1/2026) terkait tudingan penimbunan bantuan untuk korban banjir bandang. (Foto: Ist)
Umum

Dituding Timbun Bantuan, BPBD dan Damkar Bireuen Geruduk Gedung DPRK

Rabu, 14 Januari 2026
Pemerintah Aceh kembali mencatatkan capaian strategis di tingkat nasional
Umum

Pemerintah Aceh Masuk 8 Besar Nasional Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik

Rabu, 14 Januari 2026
Umum

Tanah Amblas di Ketol Aceh Tengah Terus Meluas, Jalan Lintas Kabupaten Terancam Putus 

Senin, 12 Januari 2026
Dinas Sosial Aceh menggelar zikir dan doa bersama untuk korban banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah Aceh-Sumatera, pada Senin, 12 Januari 2026. (Foto: Ist)
Umum

Dinsos Aceh Gelar Zikir dan Doa Bersama untuk Korban Bencana Aceh–Sumatera

Senin, 12 Januari 2026
Umum

44 Desa Terdampak Bencana di Aceh Tengah Kembali Terang dengan Genset Darurat

Senin, 12 Januari 2026
Umum

APBA 2026 Digeser, Prioritaskan Pemulihan Pascabencana Aceh

Senin, 12 Januari 2026
TAMPILKAN LAINNYA
INFOACEH.netINFOACEH.net
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Right Reserved.
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Logo Info Aceh
Selamat datang di Website INFOACEH.net
Username atau Email Address
Password

Lupa password?