Hari Ini Pasien Corona di Aceh Bertambah 21 Orang, 3 Meninggal Dunia

Minggu, 2 Agustus 2020 (2 hari lalu)
Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr. Hanif

Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr Hanif

Banda Aceh — Innalillahi wainna ilaihi rajiun. Kabar duka kembali datang dalam penanganan Coronavirus Disease (Covid-19) di Aceh, menyusul bertambahnya tiga orang lagi pasien positif Corona yang meninggal dunia, Minggu (2/8).

Selain yang meninggal dunia bertambah, hari ini warga yang positif terinfeksi virus Corona di Aceh juga bertambah sebanyak 21 orang lagi.

Dengan demikian, secara akumulatif jumlah total kasus positif Corona di Aceh sejak pertama kali ditemukan akhir Maret lalu hingga saat ini sudah mencapai 431 orang.

Dari jumlah itu, yang meninggal dunia sudah mencapai 15 orang, 94 dinyatakan sudah sembuh dan 322 orang menjalani perawatan di rumah sakit rujukan provinsi dan kabupaten/kota, serta menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr Hanif di Banda Aceh, Minggu (2/8) siang menjelaskan, hari ini merupakan hari paling berkabung dalam penanganan Covid-19 di Aceh, karena jumlah pasien yang meninggal dunia mencapai tiga orang, belum pernah ada kematian pasien Corona sebanyak ini di Aceh dalam satu hari sejak Maret 2020.

Ketiga orang pasien Corona yang meninggal dunia hari ini berasal dari Kabupaten Nagan Raya, dan satu lagi dari Aceh Selatan.

Mereka yang meninggal itu adalah pria berinisial Tuk (75) dan perempuan berinisial Par (62), keduanya berasal dari Nagan Raya. Serta laki-laki berinisial AH (60), warga Kabupaten Aceh Selatan.

Ketiganya meninggal dunia dalam perawatan di rumah sakit. Dua meninggal dunia di RSUD Sultan Iskandar Muda, Nagan Raya, dan satu lagi di RSUD dr Yulidin Away, Tapaktuan.

Tuk meninggal pada Jum’at (31/7) sekitar pukul 05.30 WIB dengan hasil rapid test sebelumnya reaktif. Sedangkan perempuan Par meninggal Sabtu (1/8) sekira pukul 16.00 WIB dengan hasil rapid test nonreaktif.

Warga yang reaktif rapid test tersebut dikebumikan tim gugus tugas setempat dengan protokol Covid-19, sedangkan yang satu lagi dikebumikan keluarga secara normal, karena status awalnya nonreaktif.

Tuk dan Par meninggal dunia sebelum hasil uji swabnya keluar. Hasil uji swab keduanya telah keluar Sabtu (1/8) sekitar pukul 20.00 WIB.

Dari hasil swab yang dikeluarkan Laboratorium Balai Litbangkes Aceh itu ternyata kedua almarhum tersebut bersama tiga
warga Nagan lainnya yang dirawat dan diisolasi di RSUD Sultan Iskandar Muda, positif terjangkit virus Corona.

Hasil swab tersebut telah ditunggu-tunggu untuk memastikan nasib lima warga asal sebuah desa di Kecamatan Darul Makmur itu.

Lebih lanjut Hanif menambahkan, hari ini, penambahan kasus Covid-19 di Aceh sebanyak 21 kasus.

Menurut Hanif, mereka yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan sampel swab dengan menggunakan Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) di Laboratorium Balai Litbangkes Aceh dan di Laboratorium Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh.

Ke-21 pasien baru positif Corona hari ini di Aceh terbanyak berasal dari Aceh Tamiang (10 orang) yakni FS (18), Ef (42), MAF (6), dan MIT (35), semuanya laki-laki. Enam lagi perempuan, yakni LH (9), FEP (28), ZB (18), Nh (35), Del (63), dan SD (44).

Nagan Raya (5 orang) berinisial DMF (16), DAF (22), K (65), dan Par (62), semuanya perempuan. Satu-satunya pasien pria berinisial Tuk (75).

Aceh Barat Daya (3 orang) berinisial Kur (45), EY (31), dan ELN (3), semuanya perempuan.

Selebihnya masing-masing satu kasus dari Bireuen, Aceh Selatan, dan Aceh Besar. Tiga orang itu adalah Ham (34), pria asal Bireuen, AH (60) laki-laki asal Aceh Selatan, dan Nur (34), perempuan, asal Aceh Besar. (IA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Enable Notifications.    Ok No thanks