Kapolda: Aceh Harus Mandiri Pangan, Saat Ini Jangan Berharap Impor

Kamis, 9 Juli 2020 (4 minggu lalu)
KAPOLDA ACEH

Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada

Banda Aceh — Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada, menyatakan siap mendukung penuh pencanangan Gerakan Aceh Mandiri Pangan (Gampang) yang digagas oleh Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

Hal ini dikarenakan masih ada beberapa komoditi yang harus diimpor dari negara lain.

“Polda Aceh siap bersinergi dan mendukung kesuksesan Gerakan Aceh Mandiri Pangan ini,” ujar Kapolda, Irjen Pol Wahyu Widodo saat mendampingi Plt. Gubernur Aceh mencanangkan Gerakan Aceh Mandiri Pangan, di ruang tengah Meuligoe Gubernur Aceh, Rabu (8/7).

Jenderal polisi berbintang dua ini mengungkapkan, saat ini kemandirian pangan adalah sesuatu yang harus segera kita lakukan karena masih ada beberapa komoditi pangan yang harus kita impor.

Sementara di masa pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) saat ini, negara-negara pengimpor tentu akan membatasi impornya dan memenuhi stok dan kebutuhan dalam negeri sendiri masing-masing.

Hal senada juga disampaikan oleh Pangdam Iskandar Muda (IM) Mayjen TNI Hassanudin, yang juga turut hadir mendampingi Plt. Gubernur.

“Kodam Iskandar Muda siap mendukung Gampang. Kepada seluruh jajaran Kodam IM di seluruh Aceh, saya ingatkan untuk bersinergi bekerja sama dan memadukan Gampang ini dengan program-program Kodam Iskandar Muda yang telah disusun sebelumnya, yang berkaitan dengan bidang pangan,” ujar Pangdam Iskandar Muda.

Menindaklanjuti arahan Plt Gubernur Aceh, Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh dr. Taqwallah M.Kes menggelar rapat teknis lintas Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) untuk memperkuat pembangunan ketahanan pangan melalui Gerakan Aceh Mandiri Pangan (GAMPANG) di ruang serba guna Setda Aceh, Rabu (8/7).

“Untuk membangun Aceh harus ada satu model yang seragam, jadi yang saya sampaikan ini adalah resep untuk membangun Aceh agar bisa mandiri pangan,” sebut Taqwallah.

Taqwallah menjelaskan, gerakan tersebut bertujuan meningkatkan produktifitas pangan secara mandiri sehingga Aceh mampu menghadapi krisis pangan yang diprediksikan akan mengancam Aceh bahkan di seluruh dunia akhir tahun 2020.

Oleh sebab itu, Sekda Aceh menginstruksikan melalui SKPA terkait agar kembali memperkuat program-program unggulannya terkait ketahanan pangan yang sebelumnya telah dijalankan untuk ditingkatkan kembali dengan konsep baru yang melibatkan masyarakat dan dikoordinasi langsung oleh dinas terkait di masing-masing daerah sehingga bisa meningkatkan produktivitas beberapa komoditi pangan.

Taqwallah mengatakan, gerakan tersebut akan dimotori oleh lima SKPA terkait seperti Dinas Peternakan Aceh, Dinas Pangan Aceh, Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, dan Dinas Pengairan Aceh yang nantinya juga akan diperbantukan oleh beberapa SKPA terkait lainnya dengan tujuan agar ketersediaan pangan di Aceh selalu aman dan stabil. [IA]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Enable Notifications.    Ok No thanks