Seksi 5 dan 6 Ruas Jalan Tol Sigli – Banda Aceh Diresmikan Presiden Jokowi
JAKARTA – Presiden Joko Widodo meresmikan delapan Proyek Strategis Nasional (PSN) pada Rabu (13/09/2023), salah satu PSN yang diresmikan Jokowi adalah ruas Jalan Tol Sigli – Banda Aceh (Sibanceh) Seksi 5 dan 6 dari Blang Bintang ke Baitussalam.
Peresmian dan penandatangan prasasti secara digital pada delapan PSN oleh Presiden Jokowi tersebut dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan Sewindu PSN yang bertempat di The Kasablanka Hall, Grand Atrium dan Mosaic Walk Kota kasablanka, Jakarta Selatan pada Rabu (13/9/2023).
Mewakili Pemerintah Aceh, Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Aceh, Teuku Robby Irza yang turut hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut melaporkan Jalan Tol Sibanceh memiliki panjang 74 km dan terdiri dari 6 seksi.
Ruas jalan tersebut merupakan salah satu ruas utama (backbone) Jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).
Sebelumnya, Seksi 5 dan 6 Blang Bintang – Baitussalam resmi dioperasikan pada Juni lalu. Momentum tersebut dalam rangka menghadapi mudik Hari Raya Idul Adha 1444 Hijriah, hingga saat ini seksi tersebut masih belum dikenakan tarif atau belum berbayar sampai dengan ditetapkannya Surat Keputusan dari Menteri PUPR perihal tarif pengguna jalan tol.
Robby menambahkan Jalan Tol Sibanceh Seksi 5 dan 6 memiliki panjang 12,7 km yang merupakan titik nol dari JTTS dan sebagai konektivitas menuju Pelabuhan Malahayati Krueng Raya dan Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), dengan hadirnya jalan tol dapat memacu perkembangan kawasan dari berbagai sektor seperti sektor ekonomi, perdagangan, industri dan juga lainnya.
Bagi pengguna jalan tol manfaatnya yaitu dapat memberikan value added bagi setiap penggunanya dalam memilih moda angkutan yang akan digunakan, ucap Robby
Dengan diresmikannya Seksi 5 dan 6 Jalan Tol Sibanceh oleh Jokowi, saat ini menyisakan seksi 1 yang proses pembangunannya masih terus dipacu dan ditargetkan beroperasi pada tahun 2024.
Pemerintah Aceh melalui Biro Administrasi Pembangunan Setda Aceh, Dinas Pertanahan Aceh, dan Tim Panitia Pengadaan Tanah (P2T) terus berupaya agar seksi 1 dapat segera tuntas sehingga pembangunannya berdampak positif bagi masyarakat Aceh. (IA)